Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
19 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
17 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
13 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
4
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
13 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
5
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
17 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
6
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
21 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Olympic

Pengamat: OSO Mungkin Punya Proyek Bisnis di IKN

Pengamat: OSO Mungkin Punya Proyek Bisnis di IKN
Lokasi proyek IKN. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 24 Desember 2022 09:03 WIB

JAKARTA - Tantangan debat terbuka Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO) untuk membela megaproyek Ibukota Negara (IKN) dinilai punya misi tersembunyi.

OSO yang lantang menantang debat pihak-pihak penolak IKN di Kalimantan Timur disinyalir punya proyek pribadi. "Mungkin juga terkait dengan cawe-cawe agar punya prospek bisnis, kita kan enggak tahu," kata pengamat politik Ujang Komarudin, Jumat (23/12/2022).

Terlepas dari kepentingan OSO, tantangan debat terbuka sukses menyedot perhatian publik. Pasalnya, tak sedikit pihak yang masih menentang keras pembangunan proyek yang ditaksir mencapai Rp 466 triliun.

Ujang pun meminta agar OSO lebih objektif melihat polemik pembangunan IKN dalam perspektif masyarakat luas. "Kalau memang bagusnya diapresiasi, kalau jelek ya dikritisi,” imbuhnya.

Menurutnya, mengkritisi kebijakan pemerintah yang kurang tepat sangat diperlukan dari partai politik agar adanya keseimbangan. "Jangan bisanya hanya sekadar menyanjung apa yang dilakukan pemerintah, tapi mengkritisi juga penting sebagai bagian dari check and balances yang dilakukan parpol,” tutupnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww