Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
22 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
16 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
19 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
17 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
15 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
17 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Basket

Kecam Pembakaran Alquran di Swedia, Ketua PBNU: Tindakan Brutal!

Kecam Pembakaran Alquran di Swedia, Ketua PBNU: Tindakan Brutal!
Aksi pembakaran Alquran oleh politikus Partai Sayap Kanan ekstremis Denmark. (Foto: istimewa)
Senin, 23 Januari 2023 21:27 WIB

JAKARTA - Ketua PBNU KH Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur menilai aksi pembakaran Alquran oleh politikus Partai Sayap Kanan ekstremis Denmark, Rasmus Paludan di Stockholm, Swedia pada Sabtu (21/1/2023) merupakan tindakan brutal.

Menurutnya, aksi tersebut merupakan bentuk penghinaan terhadap kitab suci umat Islam dan melukai toleransi umat beragama di dunia.

"Kita mengecam keras dan mengutuk tindakan brutal itu, pembakaran Alquran merupakan tindakan penistaan terhadap Kitab Suci dan melukai serta menodai toleransi umat beragama di dunia," kata Gus Fahrur, Senin (23/1/2023).

Gua Fairuz menegaskan, sah saja untuk menyampaikan ekspresi atau mengutarakan pendapat. Namun, semuanya mesti dilakukan dengan cara yang sopan dan bertanggung jawab. "Kebebasan berekspresi adalah bagian mendasar dari demokrasi namun harus dilakukan dengan cara yang sopan dan bertanggung jawab," ucapnya.

Sedangkan, kata Gus Fahrur, aksi pemimpin partai sayap kanan Denmark, Rasmus Paludan yang membakar Alquran sangat tidak mencerminkan kesopanan dalam berpendapat. "Membakar kitab suci adalah tindakan yang sangat tercela dan tidak sopan, kita menolak keras perilaku dan ujaran kebencian serta ekstremisme yang merusak perdamaian dan toleransi antar ummat beragama," katanya.

Lebih lanjut, Gus Fahrur pun menilai jika Pemerintah Indonesia perlu melayangkan nota protes kepada pemerintah Swedia terkait aksi tersebut. "Ya (Pemerintah Indonesia perlu protes), saya dengar Kemlu RI sudah mengeluarkan sikap mengecam keras tindakan vandalisme tersebut," katanya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, Basket, DKI Jakarta
wwwwww