Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
21 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
15 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
18 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
16 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
14 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
16 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Basket

Tak Hanya Muslim, Komunitas Kristen dan Yahudi di Rusia Ikut Kutuk Pembakaran Alquran di Swedia

Tak Hanya Muslim, Komunitas Kristen dan Yahudi di Rusia Ikut Kutuk Pembakaran Alquran di Swedia
Demonstran membakar bendera Swedia di depan gedung Konsulat Jenderal Swedia di Istanbul, Turki, 21 Januari 2023. (Yasin AKGUL /AFP).
Senin, 23 Januari 2023 21:31 WIB

JAKARTA - Pembakaran Alquran dalam protes di Stockholm, Swedia pada Sabtu, (21/1/2023) mendapat kecaman dari berbagai pihak. Tak hanya umat Islam, pembakaran Alquran itu juga dikecam oleh komunitas Kristen dan Yahudi di berbagai negara dunia.

Di Rusia, komunitas Kristen turut mengecam pembakaran Alquran oleh politikus ekstrem kanan Denmark Rasmus Paludan itu. Ketua Departemen Sinode untuk Hubungan Gereja Rusia dengan Masyarakat dan Media Massa, Vladimir Legoyda mengecam insiden itu sebagai “vandalisme yang tidak dapat diterima,".

"Batas kemanusiaan tidak bisa dilanggar, dan kesucian agama tidak bisa dilukai dalam perjuangan politik,” kata Legoyda di Twitter, sebagaimana dilansir Daily Sabah.

Sementara komunitas Yahudi di Turki mengutuk tindakan Paludan, menyebutnya sebagai “kejahatan kebencian” dan “teror religius”. "Kami mengutuk keras Rasmus Paludan dan orang-orang yang mengizinkannya membakar Alquran,” kata komunitas itu melalui Twitter, Sabtu, (21/1/2023) malam.

"Ini adalah kejahatan kebencian, tindakan teror agama. Kita semua harus menghormati keyakinan dan budaya masing-masing,".

Demonstrasi dan pembakaran Alquran oleh Paludan, yang digelar di depan kedutaan Turki di Stockholm mendapat izin dan perlindungan dari polisi Swedia, dengan alasan kebebasan berekspresi. Buntut dari kejadian ini, Turki telah memanggil duta besar Swedia untuk menyampaikan protes terhadap izin pembakaran Alquran tersebut dan membatalkan kunjungan menteri pertahanan Swedia ke Ankara.

Banyak negara Muslim juga telah menyatakan kemarahan atas pembakaran Alquran. Indonesia, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab mengutuk pembakaran Alquran tersebut, begitu pula Dewan Kerja sama Teluk dan Organisasi Kerja sama Islam (OKI).***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Metropolitan, Basket, DKI Jakarta
wwwwww