Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
7 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
3
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
8 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
4
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
10 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
5
‎Pulogebang Terima Apresiasi Rp100 Juta dari PAM JAYA Berkat Perluasan Layanan Air
Metropolitan
23 jam yang lalu
‎Pulogebang Terima Apresiasi Rp100 Juta dari PAM JAYA Berkat Perluasan Layanan Air
6
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
Hukum
11 jam yang lalu
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
Home  /  Berita  /  Olympic

Buntut Pekerja Tewas saat Bekerja, Fery Sri Wibowo Resmi Dipecat Sebagai EVP Upstream Business PHR

Buntut Pekerja Tewas saat Bekerja, Fery Sri Wibowo Resmi Dipecat Sebagai EVP Upstream Business PHR
Ilustrasi kecelakaan kerja. (Foto: Istimewa)
Selasa, 24 Januari 2023 13:05 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PEKANBARU - Feri Sri Wibowo resmi dipecat alias dibebas tugaskan dari jabatannya sebagai EVP Upstream Business PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Pemecatan tersebut adalah buntut tewasnya pekerja pada tanggal 18 Januari 2023 di Rig ACS- 06, Sumur Minas 5D-28.

Informasi tersebut disampaikan Feri Sri Wibowo melalui pesan WhatsApp, Selasa (24/1/2023). "Iya mulai tanggal 24 Januari 2023, saya dibebas tugaskan sebagai EVP Upstream business WK Rokan," ujarnya.

Lebih lanjut Feri menjelaskan, bahwa keputusan menajamen tersebut ia terima sebagai konsekuensi jabatan yang bersifat tanggung jawab mutlak ( Strick Liability ) diberlakukan bagi pejabat KepalaTeknik atau General Manager setara , yang memimpin kegiatan operasi. "Karena jabatannya memegang tanggung jawab penuh dan tertinggi di wilayah terjadinya NoA ( Fatality ). Ini merupakan bentuk tanggung jawab saya," tegasnya.

Dengan keputusan manajemen PHR itu, Feri juga resmi berpamitan kepada seluruh karyawan PT PHR. "Terkait implementasi dari SK tersebut diatas, untuk itu saya mengajukan permohonan pamit kepada rekan-rekan semua dengan disertai permohonan maaf yang sebesar-besarnya karena sebagai Pimpinan tertinggi Operasi WK rokan, saya belum dapat memberikan sepenuhnya lingkungan kerja yang aman dan selamat , sehingga masih terjadi insiden Fatality," urainya.

"Semoga rekan- rekan semua selalu diberikan keselamatan, kesehatan, kemudahan dan keberkahan dalam melaksanakan tugas dan memberikan kontribusi yang maksimal bagi WK Rokan," pungkasnya.***

wwwwww