Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
10 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
11 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
4
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
13 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
5
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
7 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
6
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Metropolitan
11 jam yang lalu
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Home  /  Berita  /  Olympic

Buaya Sepanjang 5 Meter Berhasil Diamankan BKSDA Sumbar di Pasaman

Buaya Sepanjang 5 Meter Berhasil Diamankan BKSDA Sumbar di Pasaman
Penangkapan buaya yang ditangkap warga di Pasaman Barat. (Foto: BKSDA Sumbar)
Selasa, 07 Februari 2023 16:32 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

PASAMAN - BKSDA Sumatera Barat mencatat sudah terjadi 9 kali konflik antara buaya dengan manusia di tahun 2023. Konflik buaya dengan manusia di daerah itu menyebabkan dua orang tewas dan satu lainnya mengalami luka.

Terbaru, buaya sepanjang 5 meter dengan lebar perut 70 cm, juga berhasil ditangkap warga di Jorong Mandiangin Nagari Katiagan, Pasaman Barat. Kepala Balai Konservasi Sumber Dalam Alam (BKSDA) Sumatra Barat, Ardi Andono mengatakan, hasil penanganan konflik buya dengan masnusia di Pasaman Barat juga disaksikan langsung Wakil Bupati Pasaman Barat, Risnawanto.

"Selain Wabup, hadir juga Camat Kinali, Walinagari dan sejumlah tokoh adat. Kondisi satwa sudah diamankan warga, dan Alhamdulillah tadi juga masyarakat bersedia menyiapkan truk untuk evakuasi," ujarnya kepada GoNews.co, Selasa (7/2/2023).

Ardi Andono menjelaskan, sebelumnya terjadi sembilan konflik buaya dengan manusia itu terjadi di sejumlah wilayah di Sumbar. "Konflik tersebar di Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Pasaman dan Pasaman Barat. Dua orang meninggal dunia, satu luka," kata Ardi.

Ia merinci sembilan konflik buaya tersebut adalah di Desa Marunggi Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman, Korong Pasir Baru Nagari Pilubang Kec Sungai Limau Kab Padang Pariaman, Nagari Sungai Buluh Utara Kabupaten Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman, Nagari Sungai Buluh selatan kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Nagari Lubuk Pandan, Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman.

Lalu, konflik juga terjadi diSungai Batang Lampah Kampung Maringging Jorong Bungo Tanjuang, Nagari Malampah, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman dan Nagari katiagan, Kabupaten Pasaman Barat. Kemudian, di Nagari Sungai Liku Pelangai Kecamatan Ranah Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan, dan Nagari Campago Selatan, Kecamatan V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman.

Ardi menjelaskan konflik buaya ini berkaitan dengan masa kawin satwa tersebut. Untuk mengantisipasi adanya korban, Ardi mengimbau warga yang hidup berdekatan dengan habitat buaya supaya meningkatkan kewaspadaan.

"Waspada, terutama jika menggunakan perahu di sungai atau muara sungai yang berisi ikan, kerang atau udang. Jika bertemu langsung dengan buaya agar menghindari sisi depan dan bergeraklah ke arah samping atau belakang. Dan jika bertemu telur ataupun anak buaya, segera menjauh, karena di sekitar situ pasti ada induknya yang siap menyerang," pungkasnya.***

wwwwww