Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
18 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
14 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
15 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
20 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
11 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
6
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
10 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Cek Harga Beras Medium, Dandim hingga Kapolres Batang Blusukan ke Pasar

Cek Harga Beras Medium, Dandim hingga Kapolres Batang Blusukan ke Pasar
Komandan Kodim 0736/Batang Letkol Inf Ahmad Alam Budiman dan Kapolres Batang, AKBP Saufi Salamun saat mendampingi Pj Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki. (Foto: Istimewa)
Rabu, 08 Februari 2023 18:50 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

BATANG - Harga beras di sejumlah pasar di wilayah Kabupaten Batang, sempat naik signifikan. Bahkan harganya mencapai Rp12.000 hingga Rp14.000.

Merespons mahalnya harga beras tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang pun menggelar operasi pasar di beberapa pasar tradisional. Dalam operasi pasar itu, Pemda Batang menyediakan beras murah di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), untuk menstabilkan harga beras.

Guna memastikan kembali harga beras, Komandan Kodim 0736/Batang Letkol Inf Ahmad Alam Budiman dan Kapolres Batang, AKBP Saufi Salamun beserta Rombongan Forkopimda melaksanakan kembali blusukan ke sejumlah pasar tradisional, Rabu (8/2/2023).

PJ Bupati Batang Lani Dwi Rejeki menjelaskan, oprasi pasar dilakukan untuk menekan harga beras yang sempat melonjak. "Mengetahui ada kenaikan harga beras, kami langsung berkoordinasi dengan pihak Bulog yang ada di wilayah Batang dan Pekalongan untuk bisa mendistribusi beras kewilayah Batang," ujarnya.

"Alhamdulillah kemarin sudah mulai di drop dan rencananya nanti sampai 2.000 ton beras yang akan dikirim secara bertahap," tambahnya.

Setelah beras dikirim Bulog kata Lani, pihaknya akan mendistribusikan ke pasar-pasar di seluruh wilayah Kabupaten Batang dengan ketentuan harga dari Bulog yakni Rp8.300. "Harga Rp8.300, ditambah biaya pengiriman dari Bulog ke pasar kemudian juga ada tenaga Kuli yang mengangkut sehingga beras dijual di pasar dengan harga Rp9.450," urainya.

Selain pasar tradisional kata Lani, pihaknya juga akan mendistribusikan beras tersebut ke kantor Kecamatan yang nantinya distribusikan kepada para konsumen dengan harga Rp8.600. "Jadi ada perbedaan harga antara beras yang dikirim ke pasar dan di kecamatan, karena ada biaya ongkos untuk jasa angkut," tukasnya.

Selain beras, dalam kunjungan tersebut Pj Bupati Lani mengakui bahwa stok minyak di Batang cukup dan harganya pun masih normal. "Inflansi di Batang tidak sendiri, tapi juga mengikuti inflasi di kota Tegal. Untuk ketersediaan stok kita sangat cukup dan tidak kekurangan, begitu pula dengan pendistribusiannya juga lancar, kalau melihat hal tersebut, maka inflasi di Batang normal," tandasnya.

Untuk oprasi pasar sendiri kata Lani, akan dilaksanakan secara bertahap. "Kita mulai di pasar Batang sambil melihat perkembangan dan evaluasi, kemduian nanti kita susul pasar-pasar besar yang ada diwilayah Kabupaten Batang. Targetnya agar harga sembako khususnya beras dan minyak goreng tetap stabil," pungkasnya.***

wwwwww