Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
16 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
16 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
16 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
16 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
16 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
16 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Menteri UKM Minta Rp36 Triliun Subsidi Pupuk Dialihkan ke LPDB

Menteri UKM Minta Rp36 Triliun Subsidi Pupuk Dialihkan ke LPDB
Ilustrasi pertanian kecil dibawah 0,3 hektare. (foto: ist./fiki)
Kamis, 02 Maret 2023 16:15 WIB
JAKARTA - Menkop UKM Teten Masduki dalam Rapat Koordinasi BLU 2023, Kamis (2/3/2023), mengungkapkan, dirinya telah mengusulkan agar subsidi pupuk dialihkan ke LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir).

"Saya sudah bilang dengan Bu Sri Mulyani, dengan konsep LPDB kita, yang free financing untuk pangan, saya gak mau minta tambahan (anggaran, red) baru dari APBN, pindahin aja subsidi pupuk yang Rp36 triliun ke LPDB," kata Teten sebagaimana dipantau GoNEWS.co secara virtual.

"Dari pada pupuknya suka hilang," ujarnya menambahkan.

Teten menjelaskan, free financing untuk pangan yang berjalan di Amerika tidak dilakukan di hulu, "tetapi memastikan produk petani ada yang beli."

"Ketika itu dilakukan, bank sudah tidak ragu membiayai petani kecil," kata Teten.

Dalam paparannya, Teten menjelaskan, dengan free financing nantinya petani-petani kecil yang tidak bankable dan sulit mendapatkan pembiayaan perbankan termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) akan dikonsolidasikan melalui koperasi dan mendapat pembiayaan melalui LPDB. Melalui skema itu pula akan ada sinergi dana bergulir di LPDB dengan KUR sektor pertanian.

"Ini seperti free financingdi Amerika untuk mendukung ketahanan pangan. Embrionya sedang kita lakukan lewat LPDB, meski pun piloting baru sedikit tapi ini sudah kelihatan kita sebenarnya bisa membangun free financing seperti di Amerika lewat koperasi," katanya.

Menurut Teten, model tersebut merupakan ide Presiden Jokowi langsung untuk membangun korporatisasi petani berbasis koperasi untuk menjamin ketahanan pangan nasional.

Ia menambahkan, skema tersebut nantinya juga akan dikembangkan dengan program strategis Kemenkop UKM khususnya untuk mendukung nelayan serta petani sawit.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Voli, Nasional, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww