Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
24 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
17 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
16 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
17 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
17 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
15 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Liga Tenis Meja Terry Palmer Indonesia (LTMTPI) 2023/2024

Kalah dari Petenis Meja Korsel di Final, Bima Puas Tempati Runner Up Inter Master

Kalah dari Petenis Meja Korsel di Final, Bima Puas Tempati Runner Up Inter Master
Petenis Meja PTM, Muhammad Bima Abdi Negara (menggendong anak) saat foto bersama pemenang. (Dok. PTM Best)
Jum'at, 10 Maret 2023 23:36 WIB
Penulis: Azhari Nasution
BANDUNG - Petenis meja Perkumpulan Tenis Meja (PTM) Best Jawa Timur, Muhammad Bima Abdi Negara harus puas dengan menempati posisi runner up tunggal putra Inter Master Liga Tenis Meja Terry Palmer Indonesia (LTMTPI) 2023/2024 Putaran Pertama.

Dalam pertandingan final yang berlangsung di GOR Singgasana Bandung, Jawa Barat, Jumat (10/3/2023), Bima, panggilan akrabnya, harus mengakui keunggulan pemain asal Korea Selatan (Korsel), Jeong Yun-hun dengan skor 1-3 (11-8, 8-11, 9-11, 11-13).

Dengan hasil ini, Jeong Yun-hun menjadi juara tunggal putra. Sedangkan juara tunggal putri diraih Kim Hayeong dari Korsel yang memperkuat PTM Morning Whistle. Di final, Kim mengalahkan Hoying dari Malaysia dengan skor 3-1 (11-5, 11-13, 11-7, 11-6).

Penampilan Bima yang merupakan peraih dua medali perunggu pada SEA Games 2017 Malaysia di Inter Master ini cukup apik. Bahkan, dia membuat kejutan dengan mengalahkan pemain asal Korea Selatan, Kwon Hyuk yang merupakan peringkat 1 dunia U 15 di laga semifinal. Dalam pertanrungan cukup ketat itu, Bima menang 3-2 (5-11, 11-8, 11-9, 11-9).

'Alhamdulilah, saya bisa tampil lebih baik dan berhasil melangkah di final. Makanya, saya puas dengan menempati posisi runnuer up apalagi Jeong Yun-hun memang unggul dalam hal teknik dan mental. Dari hasil pertandingan ini saya bisa melakukan evaluasi untuk menghadapi liga berikutnya," kata Bima yang ditemui usai pertandingan.

Pria kelahiran Palembang, Sumatera Selatan, 6 Juli 1997 ini mengaku sangat senang adanya liga yang dipelopori pecinta tenis meja, Singgih Yehezkiel. Apalagi, ada pemain asing dari Malaysia, Korea Selatan, Singapura, Thailand yang kualitasnya permainnya cukup bagus.
"Saya senang banget dengan liga ini. Kita bukan hanya bisa menguji kemampuan tetapi juga bisa melihat talenta pemain yang bagus dan mulai berkembang. Dan, kita sebagai pemain senior mendapat tekanan untuk lebih giat lagi dalam berlatih," katanya.

Manajer PTM Best, Harsuka mengapresiasi perjuangan Bima yang sudah berusaha maksimal dengan meraih posisi runner up tunggal putra. "Saya apresiasi perjuangan Bima yang sudah bermain maksimal. Lawan memang lebih unggul," katanya.

Sama halnya Bima, Harsuka juga menyambut baik keberadaan Liga Tenis Meja Terry Palmer Indonesia berhadiah total Rp2,5 miliar ini. "Keberadan liga ini sangat bagus dalam meningkatkan prestasi atlet tenis meja indonesia. Percuma kalau anak-anak hanya latihan saja tetapi tidak bertanding. Di liga ini, mereka bisa menambah pengalaman bertanding dan mengenal berbagai karakter lawan. Juara dunia itu lahir karena adanya kompetisi. Dan, saya yakin dengan adanya liga ini kejayaan tenis meja Indonesia bisa kembali," kata Harsuka.

Ketua Panitia Pelaksana LTMTPI 2023/2024, Jopie Warsono mengatakam putaran kedua akan digelar di Surabaya, Jawa Timur pada bulan Juni mendatang. Untuk itu, dia meminta seluruh atlet tenis meja yang tampil bisa meningkatkan kualitasnya agar bisa meraih prestasi puncak. "Tingkatkan terus latihan dan raih prestasi di putaran kedua. Mari kita kembalikan kejayaan tenis meja Indonesia melalui liga ini," imbuhnya. ***

wwwwww