Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
17 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
17 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
17 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
17 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
17 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
17 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Pidato Politik AHY dan Daya Tawar di Koalisi Perubahan

Pidato Politik AHY dan Daya Tawar di Koalisi Perubahan
AHY saat pidato politik di depan ribuan kader Partai Demokrat. (Foto: istimewa)
Rabu, 15 Maret 2023 21:03 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan pidato politik di hadapan para kader Demokrat di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Selasa (14/3/2023) kemarin. Menariknya, pidato lebih kurang 30 menit ini tidak menyinggung nama Anis Baswedan dan Koalisi Perubahan.

Analis Politik dan Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago menyatakan pidato AHY memang identik dengan internal demokrat. Tetapi, kehadiran banyak kader dalam pidato tersebut belum dimanfaatkan AHY untuk mendukung Koalisi Perubahan dan Anies Baswedan di Pilpres 2024.

"Sinyal ini bisa saja terjadi akibat tidak adanya kepastian dari NasDem dan PKS untuk nasibAHY di koalisi perubahan. Koalisi Perubahan ini masih sendiri-sendiri. Meskipun ketiga partai sudah menyatakan dukungan kepadaAnies Baswedan. Tetapi, saya melihat demokrat menunggu dari NasDem dan PKS terkait posisi AHY sebagaicawapres Anies," ujar Arifki, Rabu (15/3/2023).

Dengan adanya sikap politik pribadi partai Demokrat terhadap pemerintahan Jokowi, terlihat langkah politik Demokrat lebih tajam dibandingkan NasDem yang masih berada di dalam pemerintahan. Demookrat kata Dia ingin ambil langkah duluan daripada menunggu NasDem yang satu kakinya masih berada di pemerintahan.

Dilematis yang dihadapi NasDem kata Arifki, terutama sikap politiknya dalam mendukung Anies, narasinya berada dipihak oposisi atau pemerintah. Mungkin saja, NasDem ingin mengkolaborasi narasi pemerintah dan oposisi. Yang terpenting NasDem memiliki kepentingan elektoral pada dua sisi.

"Jika itu dilakukan oleh NasDem Kemungkinan wakil Anies tidak lah AHY. Makanya, jika kepastian dari NasDem dan PKS masih lama, kemungkinan Demokrat bakal menawarkan diri pada partai lain," paparnya.

"Pidato AHY itu memberikan pesan politik bahwa Koalisi Perubahan tidak mungkin tegas mengkritik pemerintahkarena belum jelasnya posisi NasDem. Sepertinya AHY ingin mengiring sendiri sikap demokrat kehadapan rakyat tanpaharus menunggu AHY bakal menjadi cawapres Anies atau tidak," pungkasnya.***

wwwwww