Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
20 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
13 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
13 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
13 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
14 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
13 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Olympic

Kecerobohan Ganjar Untungkan Anies dan Prabowo

Kecerobohan Ganjar Untungkan Anies dan Prabowo
Kolase Ganjar, Prabowo dan Anies. (Foto; Istimewa)
Jum'at, 31 Maret 2023 15:06 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Pembatalan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tentu merugikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang hendak maju menjadi calon presiden pada 2024.

Menurut analisis pengamat politik Jamiluddin Ritonga, kerugian itu merupakan konsekuensi logis dari sikap Ganjar yang menolak kehadiran Tim U-20 Israel untuk mengikuti event tersebut. Sikap Ganjar itu dinilai menjadi alasan FIFA membatalkan pelaksanaan Piala Dunia U-20 di Indonesia.

"Sikapnya itu dinilai tidak sejalan dengan sebagian besar masyarakat yang menginginkan Indonesia menjadi tuan rumah. Akibatnya, penilaian negatif terhadap Ganjar mencuat di mana-mana," kata Jamiluddin lewat keterangan tertulisnya kepada wartawan, Jumat (31/3/2023).

Mantan Dekan Fikom IISIP ini menambahkan, situasi seperti itu tentu menguntungkan bacapres lainnya. Terutama Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.

"Keuntungan yang diperoleh dua bacapres ini bukan karena menari-nari di atas caci maki terhadap Ganjar, tapi konsekuensi logis kecerobohan Gubernur Jawa Tengah itu dalam bersikap,"ujarnya.

Jadi, lanjut Jamiluddin, sikap negatif masyarakat terhadap Ganjar semata atas tidak bijaksananya kader PDI Perjuangan dalam bersikap. "Hal itu sekaligus menunjukkan lemahnya kapasitas kepemimpinan Ganjar," pungkas Jamiluddin.***

wwwwww