Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
18 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
17 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
22 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
18 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Olympic

Selalu Dianggap Negatif, Kaum Wibu di Batang Gelar Aksi Sosial dan Bagi-bagi Takjil

Selalu Dianggap Negatif, Kaum Wibu di Batang Gelar Aksi Sosial dan Bagi-bagi Takjil
Komunitas Wibu di Batang. (Foto: GoNews.co)
Senin, 10 April 2023 15:06 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

BATANG - Apakah kalian pernah mendengar sebutan wibu? Ketika seseorang menyebut kata "wibu" pasti yang kita pikirkan pertama kali adalah seorang penggila atau fanatik terhadap budaya Jepang.

Masuknya budaya Jepang sendiri merupakan dampak yang baik, tapi juga buruk bagi Indonesia. Hal ini terjadi manakala kaum milenial lebih memilih memakai kebiasaan budaya lain dibanding dengan negaranya sendiri. Dan dengan berkembangnya teknologi, informasi kebudayaan dari berbagai negara kini kian melesat.

Untuk diketahui ketahui, kepopuleran budaya Jepang di Indonesia berkembang cukup tinggi. Mulai dari anime, manga, hingga game berhasil mencuri perhatian banyak kalangan. Wibu sendiri menjadi istilah populer yang digunakan banyak orang, khususnya untuk para pecinta anime.

Weeboo (wibu) adalah ungkapan yang ditujukan kepada seseorang atau perkumpulan yang terobsesi dengan budaya Jepang secara berlebihan atau bertingkah laku seakan-akan mereka tinggal disana, padahal mereka bukanlah warga negara Jepang dan tidak tinggal di sana. Tidak sedikit kaum Wibu juga dianggap sebagai komunitas yang sering mengumbar aurat bahkan dianggap menjadi sampah masyarakat.

Untuk menepis anggapan tersebut, sejumlah muda mudi dari komunitas Wibu di Batang, menggelar beberapa aksi sosial seperti penggalangan dana untuk anak yatim piatu dan lainnya.

Bertepatan dengan bulan suci Ramadan, mereka juga membagi-bagikan takjil kepada masyarakat yang melintas di sepanjang Jalan Veteran Batang. Ada beberapa cosplay yang dikenakan di antaranya tokoh Boruto dalam serial Narito, Makima dalam serial Chainsaw Man, Nico Robin dalam serial One Peace dan lainnya.

Ratusan paket menu berbuka dan takjil sengaja dibagikan kepada pejalan kaki, pengendara sepeda motor bahkan para pedagang sekitar pun ikut mendapatkan menu khas Jepang Katsudo.

GoNews.co Komunitas Wibu di Batang saat
Komunitas Wibu di Batang saat membagikan takjil. (Foto: GoNews.co)

Yusuf yang memerankan sosok Boruto mengatakan, sengaja mengenakan cosplay anime Jepang untuk menarik perhatian dan mempromosikan komunitas pecinta
film kartun asal negeri Sakura itu, sambil berbagi takjil untuk warga.

"Sebetulnya ini sudah jadi agenda tiap Ramadan cuma sempat terhenti beberapa tahun karena ada pandemi. Nah tahun ini karena pandemi sudah mereda, kami bersemangat lagi untuk membagikan takjil, isinya menu khas Jepang Katsudo yang pastinya halal karena isinya ayam dan sayuran sebanyak 100 paket,” terangnya, usai membagikan menu berbuka puasa, di Jalan Veteran Batang, Kabupaten Batang, Minggu (9/4/2023).

Menyikapi pandangan negatif oleh sebagian kalangan, ia dan komunitasnya menyangkal keras. Karena banyak pula prestasi yang diraih dari para pecinta anime Jepang. "Contohnya kemarin perwakilan komunitas Cosplay asal Indonesia berhasil meraih juara 2 dan 3 dalam even internasional, World Cosplay Summit. Itu sebuah bukti dan prestasi yang tidak bisa dipungkiri, bahwa kami pun berkontribusi untuk membawa nama baik Indonesia di mata dunia, melalui kontes Cosplay," ujar dia.

Ia mengharapkan komunitas-komunitas lain bisa menjaga nama baiknya dengan terus bermanfaat bagi sesama, salah satunya berbagi di bulan suci dan mengukir prestasi dengan kemampuannya.***

wwwwww