Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
10 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
3
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
8 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
6 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
11 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
6 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Olympic

Penghematan Ala Nasi Kotak di MTN

Penghematan Ala Nasi Kotak di MTN
PT Marga Trans Nusantara (MTN) sebagai pengelola jalan tol Kunciran-Serpong. (foto: istimewa)
Kamis, 27 April 2023 13:07 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Akibat berbagai masalah finansial, Direksi PT Marga Trans Nusantara (MTN) sebagai pengelola jalan tol Kunciran-Serpong harus melakukan pengetatan anggaran belanja. Banyak masalah keuangan yang membebani badan usaha jalan tol (BUJT) itu. Di antaranya kelebihan pembayaran jasa pemborongan pekerjaan pembangunan jalan tol, biaya bunga modal atau cost of fund (CoF) maupun kerugian operasional.

Saham PT MTN dimiliki oleh PT Jasa Marga Tbk (JM) 60 persen, PT Astra Tol Nusantara (ATN) 30 persen dan PT Transutama Arya Sejahtera (TAS) 10 persen. Oemi Vierta Moerdika yang masih berstatus karyawan PT Jasa Marga Tbk (Persero), diperbantukan sebagai Direktur Utama PT MTN.

Dia menakhodai MTN dengan penghematan super ketat. Oemi membatasi pembelian nasi kotak buat berbuka bersama di Jelupang April 2023 hanya 30 porsi, meski karyawan dan manajemen yang hadir dalam acara itu lebih dari 40 orang.

Sebelum di MTN, Oemi menjadi direktur di PT Jasamarga Yogyakarta Bawen dan manajer senior di Divisi Jasamarga Metropolitan Tollroad di lingkungan PT Jasa Marga Tbk. Selain melakukan penghematan yang super ketat, Oemi juga rajin menjalankan hobinya berolahraga. Secara berkala pada hari Jumat pagi, Guna menjalankan hobinya berolahraga, secara khusus Oemi mengundang instruktur olahraga ke halaman MTN.

GoNews.co PT Marga Trans Nusantara
PT Marga Trans Nusantara

Oemi selalu mengajak karyawan MTN dan karyawan Jasa Marga Tollroad Operator (JMTO) ikut berolahraga bersamanya di lapangan kantor MTN di Parigi. Ia menegakkan disiplin dengan sangat ketat. Karyawan MTN atau JMTO yang tidak ikut berolahraga maupun berbeda pendapat dengannya, diberi sanksi atau surat peringatan.

PT JMTO adalah rekanan MTN yang melaksanakan semua kegiatan operasional di ruas tol tersebut. Karyawan PT JMTO sama sekali bukan karyawan MTN. "Tapi Dirut MTN itu mungkin sering lupa, dan meminta agar karyawan JMTO diberi surat peringatan," tutur salah seorang anggota manajemen JMTO yang bertugas di MTN.

PT Marga Trans Nusantara (MTN) mengelola ruas Kunciran – Serpong yang panjangnya 11,2 km. Beroperasi sejak tahun 2019 dengan masa konsesi 35 tahun. Tahun 2019, perusahaan itu membukukan laba Rp 3,15 M. Namun per 31 Desember 2020, MTN mencatat kerugian Rp 291,7 M.

Banyak masalah finansial yang membebani PT MTN. Termasuk kelebihan pembayaran jasa pemborongan pekerjaan pembangunan jalan tol JORR (Jakarta Outer Ring Road) II Ruas Kunciran Serpong Paket 1 (Kunciran – Parigi) sebesar Rp 5,45 milyar.

Persoalan MTN bukan hanya kelebihan pembayaran jasa pemborongan pekerjaan pembangunan, kewajiban bunga modal dan kerugian yang cukup besar. Sumber di lingkungan MTN mengungkapkan, perusahaan itu memiliki piutang dana talangan tanah (DTT) yang belum dibayar kembali oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) senilai Rp 165,2 milyar.

Pada tahun buku 2019, MTN harus membayar bunga modal (cost of fund atau CoF) kepada bank Rp 247 milyar, di antaranya Rp 193,6 M merupakan tanggungan BUJT itu. Per 31 Desember 2020, bunga modal yang harus dibayar kepada bank meningkat menjadi Rp 275 M, termasuk tanggungan MTN senilai Rp 165,4M.
Oemi Vierta Moerdika yang tidak berhasil menyelesaikan proyek jalan tol di Yogya-Bawen, dijadikan direktur utama dan diharapkan bisa menyelesaikan persoalan di PT MTN.

Bukber di Jelupang

GoNews.co Direktur Utama PT Marga Trans
Direktur Utama PT Marga Trans Nusantara Oemi Vierta Moerdika. (Foto: Istimewa)

"Dalam rangka penghematan, direksi membatasi biaya acara berbuka puasa bersama," tutur sumber di lingkungan manajemen MTN akhir April 2023. Sumber itu menuturkan, Oemi dan stafnya sering mengurus sendiri pembelanjaan barang atau persewaan perlengkapan.

"Dalam acara buka puasa kemarin, semua dikerjakan oleh orang-orang direksi," ujar sumber itu.

Salah satu manajer yang bertugas di kantor MTN di Parigi di Tangerang Selatan menjelaskan, Oemi Vierta Moerdika, memang sering bertindak ekstra hemat. Dalam acara buka bersama April 2023 di kantor MTN di Jelupang, Oemi dan stafnya mengatur sendiri semua urusan pembelanjaan. "Saking hematnya, makanan buat berbuka puasa cuma disediakan 30 kotak, padahal karyawan dan para pimpinan yang hadir dalam acara itu lebih dari 40 orang," tutur manajer tersebut.

Pengoperasian ruas tol Kunciran-Serpong, dilayani oleh anak perusahaan PT Jasa Marga Tbk yang disebut PT Jasa Marga Tollroad Operator (JMTO). Acara buka bersama itu, sejatinya bertujuan ‘menyapa’ para karyawan operasional di lapangan. Kenyataannya, para pengumpul tol maupun Satpam yang bertugas di gerbang tol terdekat,tidak kebagian makanan dan hanya jadi penonton.

Sanksi Dialog

Atas prakarsa pihak manajemen PT MTN, dibuka dialog peserta dengan Oemi selaku Dirut PT MTN. Salah seorang staf JMTO bertanya tentang prosedur penghitungan ganti-rugi kerusakan perlengkapan jalan tol jika terjadi kecelakaan.

Penanya berkata, penjelasan itu dia perlukan guna menyusun laporan yang sering diminta oleh pihak JMT (Jasamarga Metropolitan Tollroad), manajemen BUJT maupun pihak JMTO. Oemi tidak senang mendengar pertanyaan itu. Katanya, cara penghitungan ganti rugi kerusakan perelengkapan jalan tol bukan urusan yang perlu diketahui oleh staf.

Penanya kedua adalah Agus Umoro, Asisten Manajer di lingkungan JMTO. Agius bertanya tentang batasan tanggungjawab dalam kontrak antara pihak MTN dengan JMTO. Kata Agus, ketidakjelasan batasan kontrak mengakibatkan pihak JMTO sering bingung menentukan bagian mana yang jadi tanggungan masing-masing pihak.

Didapat informasi, penggantian lampu-lampu kantor yang padam, pembelian alat pemadam api ringan (APAR) maupun sejumlah perlengkapan kerja, sering tertunda karena ketidakjelasan siapa yang harus bertanggungjawab. Bahkan pernah terjadi, justru pihak MTN yang membeli APAR, lalu meminta uang penggantian dari pihak JMTO.

Oemi selaku Dirut MTN tidak menanggapi pertanyaan Agus. Dia hanya mengatakan, soal itu sudah sering dia jelaskan dalam rapat tingkat manajemen. Jawaban ketus dari Dirut MTN itu, mengakibatkan tidak ada lagi peserta yang bertanya. Padahal, tujuan utama buka bersama itu adalah ‘menyapa’ karyawan operasional.

Srikandi

"Kalau tidak ada yang bertanya, sekarang saya yang akan bertanya," kata Direktur Utama PT MTN. Ia mempertanyakan frekuensi patroli di jalan tol Kunciran-Serpong, sambil mengungkapkan banyaknya kehilangan kabel maupun perangkat dan marka jalan. Oemi juga mempersoalkan tanah-tanah kosong di pinggir tol, yang menurutnya dikuasai pihak lain.

Belakangan Oemi menyuruh salah satu direksi MTN memberitahu manajemen JMTO, agar penanya dalam acara buka puasa bersama itu diberi sanksi. Alasannya, karena penanya itu bersikap tidak sopan dengan meminta Direktur MTN naik ke panggung.

Diperoleh informasi, Oemi adalah Ketua Srikandi Jasa Marga, yakni kelompok eksklusif para perempuan yang terbilang sukses dan menduduki posisi eksekutif di lingkungan perusahaan jalan tol tersebut.

Salah satu hobi Oemi adalah memamerkan foto-fotonya. Dalam akun Instagram ‘Neng Kribo Aja’ miliknya, Oemi mengunggah sekitar 1.500 foto. "Mungkin karena masih belum berkeluarga, jadi dia punya banyak waktu luang. Kan dia tidak pernah mengurus rumahtangga," ujar salah satu staf yang pernah mendampinginya di tempat kerja sebelumnya.***

wwwwww