Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
20 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
20 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
20 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
20 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
20 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
20 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Deepfake dan Bahaya Seksual Digital, Kasus Titoker Ini jadi Peringatan

Deepfake dan Bahaya Seksual Digital, Kasus Titoker Ini jadi Peringatan
(Tangkap layar video balichannel)
Minggu, 14 Mei 2023 00:04 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Seorang tiktoker wanita bernama Rache.lzh5 menjadi korban seksual digital dengan menggunakan teknologi artificial intelligence deepfake.

Berita ini menjadi viral usai diunggah akun BaliChannel dan menimbulkan keprihatinan terhadap penggunaan teknologi deepfake yang semakin marak dalam kehidupan sehari-hari.

Deepfake adalah teknologi yang memanipulasi atau memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk menghasilkan video atau gambar yang seolah-olah dibuat oleh seseorang yang sebenarnya tidak ada atau menggantikan wajah orang yang sebenarnya dengan wajah orang lain.

Dalam kasus Rache.lzh5, deepfake digunakan untuk membuat video porno palsu dengan wajahnya di dalamnya.

Video tersebut kemudian diunggah ke situs dewasa dan dijual secara online. Rache.lzh5 mengungkapkan rasa sakit hatinya dan mengalami trauma yang luar biasa akibat insiden tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya kesadaran tentang bahaya deepfake dan bagaimana teknologi ini dapat digunakan untuk merusak reputasi seseorang.

Banyak negara dan organisasi di seluruh dunia sedang berusaha untuk mengatasi masalah deepfake dan menemukan cara untuk melindungi masyarakat dari potensi bahayanya.

Beberapa platform media sosial bahkan mulai memperkenalkan alat pengenalan deepfake yang dapat mengidentifikasi video yang telah dimanipulasi.

Namun, upaya ini masih jauh dari cukup dan dibutuhkan kerja sama dari seluruh pihak untuk mengatasi masalah deepfake.

Penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya deepfake dan mengambil tindakan untuk melindungi diri mereka sendiri dari potensi kejahatan online yang semakin canggih.

Kita harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memerangi teknologi deepfake dan memastikan bahwa tidak ada orang lain yang mengalami penderitaan yang sama seperti yang dialami oleh Rache.lzh5.***

wwwwww