Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
13 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
8 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
12 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
8 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
12 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Arsul Sani: KIB Akan Bubar dengan Sendirinya Jika Beda Capres

Arsul Sani: KIB Akan Bubar dengan Sendirinya Jika Beda Capres
Wakil Ketua MPR/Anggota Komisi III DPR (PPP) Arsul Sani. Foto: mpr.go.id
Rabu, 24 Mei 2023 17:53 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) PPP, Arsul Sani, buka suara soal nasib Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang dibentuk bersama dengan PAN dan Golkar. Dia menyebut, apabila calon presiden (capres) dari masing-masing partai tersebut berbeda, maka otomatis KIB bubar.

"Jadi kalau kemudian masing-masing nanti ternyata putusan paslonnya berbeda-beda, ya enggak usah perlu ada pernyataan formal bubar pun dengan sendirinya koalisi itu akan berakhir," kata Arsul Sani kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (24/5).

Namun demikian, Arsul menegaskan masih ada kemungkinan PAN dan Golkar melakukan komunikasi ke berbagai pihak, termasuk dengan PDIP. Komunikasi untuk penjajakan koalisi dengan partai lain. "Termasuk dengan katakanlah Pak Ganjar dan PDIP, ya nanti kita tunggu lah kita lihat," ucapnya.

Lebih lanjut, Anggota Komisi III DPR RI itu menuturkan, saat ini PPP sudah menjalin komunikasi dan kerja sama dengan PDIP untuk mengusung Ganjar.
"Nah Golkar dan PAN sedang dalam proses mengambil keputusan. Apakah keputusannya sama atau tidak sama? itu yang nanti akan menentukan status KIB," terang dia.

Saat ini posisi PPP tidak dalam mengajak PAN ataupun Golkar untuk bergabung mendukung Ganjar. "Saya kira yang paling penting sepanjang kemudian tidak eker-ekeran, tidak saling menjatuhkan, ya biar saja seperti yang ini itu berlangsung gembira," tandasnya.***

wwwwww