Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
11 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
12 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Semua Negara Khawatir, Airlangga: Transformasi AI Kurangi Lapangan Pekerjaan

Semua Negara Khawatir, Airlangga: Transformasi AI Kurangi Lapangan Pekerjaan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan semua negara khawatir dengan AI (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)
Jum'at, 13 Oktober 2023 06:04 WIB
JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa semua negara saat ini tengah khawatir dengan transformasi Artificial Intelligence (AI). Hal ini diketahui saat pertemuan G20 kemarin.

Menurut Airlangga, kecerdasan buatan tersebut bisa membuat lapangan kerja berkurang. Contohnya, front office bisa digantikan hingga kredit bisa diterima tanpa adanya manusia.

"Bahkan dalam pertemuan G20, semua negara khawatir dengan transformasi AI, Di perbankan misalnya, front officer-nya bisa digantikan oleh AI, sehingga kredit bisa diterima tanpa intervensi manusia," ucapnya dalam HSBC Summit 2023 di Jakarta, Rabu (11/10/2023).

Mentan Menteri Perindustrian ini pun menegaskan bahwa isu transformasi AI ini harus dibahas ke depan. Tak hanya itu, beberapa negara sudah menegaskan bahwa AI itu harus diatur.

"Karena beberapa hal yang menjadi kunci atau rambu, terkait apakah AI itu bertabrakan dengan kepentingan nasional, kepentingan publik, dan juga kepentingan pribadi. Kalau ketiga rambu ini ditabrak, maka AI bisa tidak menguntungkan ekonomi suatu negara," kata Airlangga.

Saat ini, ASEAN sudah menyiapkan Digital Economy Framework Agreement (DEFA) di bawah kepemimpinan Indonesia. Untuk mengisi DEFA ini, target digitalisasi ekonomi dari sektor manufaktur ke hilirnya mengintegrasikan manufaktur dan service.

"Di sini, tentunya revolusi industri 4.0 dan transformasi Artificial Intelligence (AI) juga mengambil peran. Hanya saja, transformasi AI berbeda dengan transformasi ICT," tutur dia.

Dia mengatakan, transformasi ICT lebih mendorong ke arah skilled workers, tetapi AI berada pada upper management, tentang bagaimana transformasi AI ini bisa diperhatikan. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inews.id
Kategori:Ekonomi
wwwwww