Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
2
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
3
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
4
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
8 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
5
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
8 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Camel Petir Turut Tanggapi Perang Palestina - Israel

Camel Petir Turut Tanggapi Perang Palestina - Israel
Artis Camellia Panduwinata yang akrab dipanggil Camel Petir. (Ist)
Sabtu, 14 Oktober 2023 16:48 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Artis Camellia Panduwinata atau yang lebih dikenal dengan Camel Petir, menekankan pentingnya mediasi untuk menemukan solusi dua negara dalam pernyataannya kepada awak media dalam menanggapi perang antara Israel dan Hamas Palestina di Gaza yang sudah menelan korban lebih dari 2.200 jiwa.

Ditemui setelah audiensi bersama relawa PROAmin, Jumat (13/10/2023), di Jakarta Pusat, menurut Camel Petir, ketegangan antara Palestina dan Israel saat ini merupakan akibat eskalasi yang serius, kekerasan dan agresi.

Hal ini juga menjadi bukti yang menegaskan bahwa wilayah itu tidak akan menikmati rasa aman dan stabilitas, tanpa mencapai perdamaian yang adil dan komprehensif berdasar solusi dua negara.

Camel juga mengatakan bahwa pembentukan negara Palestina akan memperbesar kemungkinan perdamaian antara dua negara, serta mengakhiri perang yang harus mengorbankan rakyat sipil.

“Kalau dilihat dari kasus - kasus sebelumnya, saya rasa tidak akan ada stabilitas keamanan tanpa adanya perdamaian kedua negara. Dimana mediasi dan mencari solusi untuk dua negara adalah satu-satunya jalan keluar," ujar Camel.

Selain itu, Camel juga kembali menegaskan untuk tetap berdiri di sisi Palestina dan mengecam segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil yang timbul akibat dari ketegangan yang terjadi.

"Saya tetap pada komitmen awal ya. Saya berdiri bersama para sahabat kita di Palestina, sampai rakyat Palestina memperoleh kembali haknya, sepenuhnya,” tegas Camel. (Yazid N). ***

wwwwww