Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
13 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
13 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
14 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Ginting Tersingkir, Sejarah Buruk Tunggal Putra Indonesia di Olimpiade 2024 Paris

Ginting Tersingkir, Sejarah Buruk Tunggal Putra Indonesia di Olimpiade 2024 Paris
Anthony Sinisuka Ginting. (NOC Indonesia/Naif Muhammad Al as)
Kamis, 01 Agustus 2024 03:12 WIB
Penulis: Azhari Nasution
PARIS - Tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting menyusul Jonathan Christie tersingkir setelah mengalami kekalahan pada laga terakhir babak penyisihan Grup H cabang olahraga bulutangkis Olimpiade 2024 Paris.

Pada laga yang dihelat di Porte de la Chapelle Arena, Paris, Prancis, Rabu (31/7/2024), Anthony Ginting turun bermain menghadapi wakil tuan rumah Prancis, Toma Junior Popov.

Ginting bermain dengan beban besar sebagai harapan terakhir di nomor tunggal putra. Di gim pertama, Ginting kalah tipis 19-21 dari Toma Junior Popov. Masuk ke gim kedua, Ginting bisa tampil lebih baik dan meraih kemenangan 21-17. Namun di gim penentuan, Ginting dipaksa menyerah 15-21.

"Saya bisa memberikan yang terbaik di lapangan, tetapi mungkin itu tidak cukup untuk memenangkan pertandingan malam ini, dan saya pikir Toma bermain jauh lebih baik dari saya hari ini, tidak mudah untuk mendapatkan satu poin darinya, dan sudah seharusnya saya terus mendorongnya semaksimal mungkin, terutama di game ketiga, jadi itulah mengapa saya mencoba untuk keluar dari tekanan yang diberikannya," jelas Ginting.

"Saya selalu berkata pada diri sendiri bahwa ini belum berakhir, jadi masih ada harapan di lapangan, jadi itulah yang saya coba pikirkan tentang strategi, bagaimana, apa yang harus saya lakukan di setiap poin, karena itu sangat penting bagi saya, karena jika saya membuat kesalahan, jarak antar poin akan menjadi sangat jauh," tambahnya.

Kekalahan Jonatan dan Ginting ini membuat Indonesia menorehkan sejarah buruk karena untuk kali pertama tak punya wakil di nomor tunggal putra pada babak 16 besar sejak diberlakukannya sistem penyisihan Grup mulai Olimpiade 2012 London. ***

wwwwww