Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
3
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
10 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
9 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
10 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Nasional

Demo Massa Aliansi Santri Gus Dur Menggugat di Kantor PBNU Nyaris Ricuh

Demo Massa Aliansi Santri Gus Dur Menggugat di Kantor PBNU Nyaris Ricuh
Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Santri Gus Dur Menggugat di depan kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta, Jumat (2/8/2024) siang nyaris berakhir ricuh. (Aime Azzahra Salsabila Putri/ Tribunnews.com)
Jum'at, 02 Agustus 2024 22:55 WIB
JAKARTA - Massa yang menamakan dirinya Aliansi Santri Gus Dur Menggugat melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta, Jumat (2/8/2024) siang.

Dikutip dari Tribunnews.com, aksi unjuk rasa tersebut nyaris ricuh, ketika seorang pria tegap memakai kemeja putih meminta massa membubarkan diri.

Pria itu datang sambil menunjuk-nunjuk koordinator aksi, Muhammad Sholihin, yang sedang wawancara dengan media.

"Kalian jangan mengaku santri Gus Dur! Gus Dur tidak pernah mengajarkan demo ya,” teriak pria tegap yang datang dari balik barikade Barisan Ansor Serbaguna (Banser) itu.

Sholihin langsung maju hendak menghampiri pria tegap tersebut dan melakukan pembelaan.

“Itu bukan barisan kami! Polisi mohon, itu bukan barisan kami. Jangan provokasi, bang. Beda pendapat boleh, tapi jangan tunjuk-tunjuk. Itu adalah cita-cita Gus Dur,” kata Sholihin.

Dalam aksi unjuk rasa sekitar satu jam itu, Aliansi Santri Gus Dur Menggugat menyampaikan beberapa tuntutan. Pertama, mendesak Ketua Umum (Ketum) PBNU Yahya Cholil Staquf aliad Gus Yahya dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mundur dari jabatannya.

Kedua, meminta PBNU mendukung Pansus Haji yang dibuat oleh DPR RI.

Terakhir, meminta digelarnya Muktamar Luar Biasa (MLB) PBNU untuk menindak oknum pengurus yang diduga mengubah sejarah NU.

Sholihin mengklaim massa yang menggelar aksi itu terdiri dari kader PBNU dan PKB. Namun, ia menegaskan massa aksi adalah bagian dari NU kultural.

"Ya campuran ya, ada kader PKB, ada kader NU, yang jelas itulah kultural. Kan nggak ada salahnya juga kami sebagai warga NU. Dan kami hadir di Muktamar Lampung, dan kami tahu gagasan Gus Yahya. Kami hormat, tapi faktanya justru inkonsistensi dan terjebak politik praktis. Itu artinya Gus Yahya dan Gus Ipul melanggar hasil-hasil Muktamar," kata dia.

Sholihin juga mengkritik kebijakan Gus Yahya sebagai Ketua Umum PBNU yang mereka nilai terlibat politik praktis.

"Tuntutannya ketika melanggar Muktamar siapa pun Ketua Umum, yang mengawal, menahkodai PBNU harus mundur, termasuk Sekjen. Kedua, kita tahu Gus Yahya ini tidak melakukan keadilan dalam konteks kader ke Israel dipecat, tetapi dia sendiri tidak dipecat," kata dia.

"Harusnya dia memberikan keteladanan tanpa harus dipecat, harus mundur," sambung dia.***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:Tribunnews.com
Kategori:Nasional
wwwwww