Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
3
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
4
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
9 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
9 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
10 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Founder Football Institute Ingatkan Liga 1 Jangan Jadi Tempat "Sampah" Pemain Asing Tak Berkualitas

Founder Football Institute Ingatkan Liga 1 Jangan Jadi Tempat Sampah Pemain Asing Tak Berkualitas
Budi Setiawan. (Dok, Pribadi)
Sabtu, 03 Agustus 2024 13:24 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Founder Football Institute Budi Setiawan mengingatkan PSSI untuk  memperketat regulasi dan implementasi sehubungan kuota delapan pemain asing yang ditetapkan di Liga 1. Hal ini terkait dengan keinginan Ketua Umum PSSI Erick Thohir untuk meningkatkan kualitas kompetisi di Tanah Air.

"PSSI harus memperketat regulasi dan implementasi pemain asing. Jangan sampai Liga 1 hanya menjadi tempat "sampah" bagi pemain asing yang sudah masuk usia uzur atau sudah tidak diminati klub-klub luar negeri," kata Budi Setiawan di Jakarta, Sabtu (3/8/2024).

Peringatan ini dilontarkan Budi Setiawan cukup beralasan. Karena, dia melihat adanya indikasi pemain asing yang tidak terverifikasi terukur. Contohnya, pemain asal Brasil Alan Bernardon (PSS Sleman). Dia sebenarnya bermain untuk Cascavel-PR (Serie D Brasil).

Sebelum bergabung PSS Sleman dalam 1 musim kompetisi 2023/2024, Alan Bernandon tercatat bermain di 4 klub. Di klub Cascavel PR (Seri D Brasil), dia tercatat hanya bermain 180 menit atau 2 kali penampilan.

"Jika pemain dengan statistik seperti ini bisa bermain di Liga 1 lalu transfer knowledge apa yang mau diberikan kepada Liga 1? Bukankah lebih baik memberikan kesempatan kepada pemain lokal?," imbuhnya.

Di tengah sorotan PSS Sleman menanti hukuman sidang komdis untuk kasus match fixing, kata Budi Setiawan, PSS Sleman kembali memberikan contoh perekrutan pemain asing yang tidak memikirkan kualitas Liga 1.

Terkait penggunaan pemain asing, kata Budi, idealnya verifikasi pemain asing bukan hanya berdasarkan strata liga dan negara yang berlaku umum, tetapi juga minutes of played pemain asing tersebut. Tujuannya, menjaga kualitas pemain asing yang masuk ke Indonesia sehingga peningkatan kualitas Liga 1 bisa terwujud. ***

wwwwww