Disdik DKI Gercep Ambil Langkah Preventif Cegah Anak Gagal Ginjal
![]() |
| Anak-anak sekolah menikmati jajanan. (Ist) |
Jum'at, 06 September 2024 08:25 WIB
Penulis: Riyan
Penulis: Riyan
Munculnya fenomena kasus gagal ginjal pada usia anak direspons cepat Dinas Pendidikan DKI Jakarta dengan mengambil sejumlah langkah untuk dapat segera diimplementasikan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Budi Awaluddin mengatakan, upaya-upaya preventif dimaksimalkan, terutama agar anak-anak dapat mengonsumsi makanan sehat dan bergizi.
"Kami punya peran penting dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus, terutama dalam hal pengawasan produk jajanan makanan dan minuman di lingkungan sekolah," ujarnya, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (6/9).
Budi menjelaskan, Dinas Pendidikan DKI Jakarta melakukan peningkatan edukasi kesehatan melalui sosialisasi secara berkala ke seluruh sekolah di Jakarta mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan pangan, serta bahaya mengonsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat.
"Kami juga akan memberikan pembelajaran yang diintegrasikan dengan materi tentang kesehatan serta gizi dalam kurikulum sekolah, terutama untuk tingkat SD dan SMP," terangnya.
Menurutnya, peran serta guru sangat penting dalam memberikan edukasi makanan dan minuman yang aman konsumsi serta sehat kepada peserta didik
"Kami membuat edaran pola hidup sehat, mulai dari berdoa, cuci tangan sebelum makan hingga setelah makan," bebernya.
Budi menegaskan, pengawasan terhadap penjual makanan atau minuman di lingkungan sekolah terutama terkait makanan yang terlalu mengandung gula, garam dan lemak (GGL).
"Pengawasan juga akan terkait dengan makanan yang sudah tidak layak konsumsi atau kedaluwarsa hingga sertifikasi keamanan pangan maupun izin edar," ucapnya.
Ia menambakan, inspeksi rutin terhadap penjual makanan atau minuman di sekolah akan dilakukan untuk memastikan pemenuhan standar kebersihan dan keamanan pangan.
"Kami akan memberikan sanksi tegas terhadap penjual yang melanggar peraturan, seperti pencabutan izin berjualan di sekolah atau denda," tegasnya.
Budi menuturkan, Dinas Pendidikan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan survei untuk mengidentifikasi jenis makanan dan minuman yang berpotensi berbahaya yang beredar di lingkungan sekolah. Sampel makanan dan minuman yang dicurigai mengandung zat berbahaya akan diuji laboratorium.
"Kami juga meluncurkan kampanye bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya gagal ginjal akut pada anak dan pentingnya memilih makanan yang sehat serta melatih petugas kesehatan sekolah untuk melakukan deteksi dini gejala gagal ginjal akut pada anak," paparnya.
Dinas Pendidikan, lanjut Budi, akan mengembangkan kebijakan bersama terkait pengawasan keamanan pangan di lingkungan sekolah dan memastikan peserta didik yang mengalami gejala gangguan ginjal dapat dengan mudah mengakses layanan kesehatan.
Kemudian, Dinas Pendidikan juga melibatkan orang tua dalam upaya pencegahan dengan memberikan edukasi tentang pentingnya memberikan makanan sehat kepada anak. Membangun kerja sama dengan komunitas sekolah, tokoh agama, dan media massa untuk menyebarkan informasi tentang bahaya gagal ginjal akut pada anak.
"Melalui sinergisitas yang baik ini diharapkan kasus gagal ginjal akut pada anak di DKI Jakarta dapat ditekan dan kualitas hidup anak-anak semakin meningkat," pungkasnya.***
| Editor | : | Azhari Nasution |
| Kategori | : | Umum, DKI Jakarta |













