Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
Badminton
17 jam yang lalu
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
2
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
Badminton
17 jam yang lalu
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
3
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
Sepakbola
16 jam yang lalu
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
4
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
Sepakbola
16 jam yang lalu
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
5
Sakhi Raih 4 Medali, DAD Archery Juara Umum Panahan Jakarta Series 2 Tahun 2026
Metropolitan
22 jam yang lalu
Sakhi Raih 4 Medali, DAD Archery Juara Umum Panahan Jakarta Series 2 Tahun 2026
6
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Sepakbola
16 jam yang lalu
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Home  /  Berita  /  Badminton

Fakta Indonesia Dukung Disdik DKI Implementasi Makanan-Minuman Sehat di Sekolah

Fakta Indonesia Dukung Disdik DKI Implementasi Makanan-Minuman Sehat di Sekolah
Jajanan di kantin sekolah. (Ist)
Jum'at, 06 September 2024 09:40 WIB
Penulis: Riyan
Forum Warga Kota (Fakta) Indonesia sangat mendukung kebijakan Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta melakukan sejumlah kebijakan strategis mencegah kasus gagal ginjal akut pada anak, khususnya pelajar.

Ketua Umum Fakta Indonesia, Ari Subagio mengatakan, konsumsi makanan dan minuman sehat terutama bagi anak sangat penting. Untuk itu, makanan dan minuman sehat ini selain bergizi juga harus diperhatikan kandungannya, khususnya gula.

 
"Kita tahu nasi itu sudah mengandung gula, kalau ditambah minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) seperti susu, ini juga kadar gulanya tinggi," terangnya.
 
Ari menjelaskan, pada usia anak 7-10 tahun, konsumsi gula itu tidak boleh lebih dari 24 gram per hari. Kemudian, untuk anak 2-6 tahun itu tidak boleh lebih dari 19 gram per hari.
 
"Ini juga harus menjadi perhatian dan evaluasi agar kesehatan anak-anak atau pelajar di Jakarta semakin terjaga," harapnya.
 
Menurutnya, demikian halnya dengan garam yang jika dikonsumsi secara berlebihan bisa memberikan dampak buruk untuk kesehatan.
 
"Sangat penting bagi anak-anak sekolah ini sebaiknya untuk membawa makanan sehat dari rumah dan membawa atau hanya minum air putih saja," ungkapnya.
 
Ari menuturkan, pengawasan makanan dan minuman penting dilakukan tidak hanya di kantin sekolah, namun juga kepada penjual jajanan di sekitar sekolah.
 
"Kita ketahui bersama anak-anak ini saat jam istirahat atau pulang sekolah biasa jajan ke pedagang di dekat sekolah. Kita tidak melarang mereka berjualan tentunya, tapi bagaimana makanan atau minuman yang dijual ini tidak membahayakan kesehatan, sehingga mereka juga perlu diedukasi," bebernya.
 
Ari mengingatkan, agar dalam program pemerintah memberikan makanan bergizi gratis juga harus dilakukan secara baik dengan memastikan nilai kandungan-kandungan makanan dan minuman yang diberikan.
 
"Sebaiknya dilakukan kajian dulu dengan melibatkan Dinas Kesehatan karena mereka pasti banyak ahli gizi. Jangan sampai labelnya pemberian makanan bergizi tapi yang disajikan tidak sesuai kandungan untuk kemanfaatan," tuturnya.
 
Ia menambahkan, saat ini banyak makanan atau minuman berpemanis yang peredarannya cukup banyak dan dijual secara bebas di mana saja. Untuk itu, Ari berharap agar produsen makanan dan minuman ini tidak hanya berpikir dari sisi bisnis atau keuntungan, tapi bisa ikut berkontribusi menjaga kesehatan anak.
 
"Kita temukan ini banyak juga dijual di kantin sekolah hingga warung-warung di lingkungan rumah. Rasanya yang manis membuat anak-anak suka, tapi mereka tidak tahu ada bahaya mengancam," ucapnya.
 
Ari menegaskan, Fakta Indonesia menaruh perhatian besar terhadap pentingnya produk makanan dan minuman sehat.
 
Fakta Indonesia bersama Koalisi Pangan Sehat Indonesia (PASTI), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) bekerjasama dengan Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan FK-KMK UGM, Health Promoting UGM, Yayasan KAKAK, serta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia sudah mengadakan diskusi publik bertajuk "Terapkan Cukai MBDK Sebagai Bentuk Kehadiran Negara untuk Generasi Emas".
 
"Diskusi publik ini kami adakan pada 30 Agustus 2024 di Yogyakarta dengan tujuan agar masyarakat, khususnya anak-anak tidak mudah mengonsumsi MBDK," kata Ari.
 
Ari mengaku siap berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk melakukan sosialisasi dan edukasi di sekolah terkait pentingnya mengonsumsi makanan dan minuman sehat.
 
"Tentu kami sangat senang bila diajak ikut berkontribusi mewujudkan Generasi Emas Indonesia yang sehat," pungkasnya.

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Badminton, Umum, DKI Jakarta
wwwwww