Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
Badminton
21 jam yang lalu
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
2
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
Badminton
21 jam yang lalu
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
3
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
Sepakbola
20 jam yang lalu
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
4
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
Sepakbola
20 jam yang lalu
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
5
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Sepakbola
20 jam yang lalu
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
6
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Perjuangan Panjang dan Menyedihkan Lifter Asal Sumut Penyumbang Medali Emas Aceh

Perjuangan Panjang dan Menyedihkan Lifter Asal Sumut Penyumbang Medali Emas Aceh
Bambang Wijaya Sinaga. (Foto:Serambinews.com)
Senin, 09 September 2024 18:12 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Ternyata perjalanan Bambang Wijaya Sinaga cukup panjang dan menyedihkan dalam mewujudkan mimpinya meraih medali emas cabang olahraga Angkat Besi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut. 

Pria yang pernah bekerja sebagai kernek truk ini terpaksa mengambil keputusan keluar dari pelatda Angkat Besi Sumut mengikuti jejak pelatihnya Sori Enda Nasution. Tujuannya, dia ingin merajut masa depan yang lebih baik.

Keinginan kuat mewujudkan Impian meraih medali emas di PON XXI/2024 Aceh-Sumut membuat Bambang, panggilan karibnya, harus rela berpisah selama dua tahun dengan istrinya, Yolanda yang menyumbangkan medali perunggu bagi Tim Angkat Besi Sumut.  

"Lebih baik saya pindah ke Aceh mengejar mimpi daripada prestasi hancur jika terus bertahan di Sumut. Keputusan yang saya ambil ini tanpa ada paksaan atau adanya ajakan Pak Sori Enda Nasution," kata Bambang yang dihubungi melalui telepon selular Senin, 9 September 2024. 

"Saya juga paham dengan konsekuensi atas keputusannya itu. Dan, saya harus rela berpisah dengan istri yang juga menjalani Pelatda di Sumut selama 2 tahun agar fokus menjalani program latihan. Kini,  semua pengorbanan itu sudah terbayar dengan keberhasilan meraih medali emas," lanjutnya. 

Terpisahnya Bambang dan Yolanda dibenarkan Sori Enda Nasution yang pernah sukses membawa Eko Yuli Irawan menjadi juara dan The Best Lifter pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior tahun 2007. 

"Bambang dan Dimas itu datang ke Aceh dengan biaya sendiri. Mereka meminta bergabung dengan Pelatda Angkat Besi Aceh. Dan, saya memang sengaja melarang Bambang bertemu istrinya agar bisa konsentrasi. Semua pengorbanannya telah terbayar dengan meraih emas di PON XXI/2024," ujarnya. 

Pilihan Bambang bergabung dengan Tim Angkat Besi Aceh cukup tepat. Dia bukan hanya mendapat beasiswa kuliah di Universitas Serambi tetapi namanya juga sudah tercatat sebagai pegawai di PDAM Aceh.

"Selama bergabung di Pelatda Angkat Besi Aceh, saya sudah banyak mendapat fasilitas. Dari  mulai kebutuhan makanan, suplemen, honor, beasiswa dan pekerjaan. Mudah-mudahan dengan keberhasilan menyumbangkan emas bagi Aceh, saya bisa menjadi pegawai tetap di PDAM Aceh," ujar mahasiswa semester IV Universitas Serambi Mekkah.  

Dengan keberhasilan meraih medali emas, kata Sori Enda, Bambang akan mendapatkan bonus sebesar Rp500 juta dari Pemprov Aceh. 

"Bonus itu akan saya pergunakan buat beli rumah," timpal Bambang. ***

Kategori:Non Olympic, Aceh
wwwwww