Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
23 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
24 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
23 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
4
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
23 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
23 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Pemukulan Wasit di PON XXI/2024 Aceh-Sumut Memalukan, Tapi Tidak Kaget

Pemukulan Wasit di PON XXI/2024 Aceh-Sumut Memalukan, Tapi Tidak Kaget
Pemukulan wasit pertandingan sepakbola PON XXI/2024 Aceh-Sumut. (Ist)
Senin, 16 September 2024 15:03 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Football Institute mengecam setiap kekerasan yang terjadi di sepakbola. Termasuk kasus pemukulan wasit yang terjadi saat pertandingan Tim Sepakbola Aceh melawan Tim Sepakbola Sulawesi Tengah pada Pekan Olahraga Nasipnal (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut.

"Kasus pemukulan wasit ini jelas memalukan. Tapi, saya juga tidak kaget karena PON XXI/2024 tidak dipersiapkan PSSI secara serius," kata Founder Football Institute Budi Setiawan di Jakarta, Senin (16/9/2024).

Indikator ketidakseriusan PSSI dalam menyiapkan pertandingan PON XXI/2024 itu, kata Budi, bisa terlihat jelas. 

Pertama, daftar wasit yang ditugaskan PSSI pada PON XXI/2024, bukan wasit Liga 1 dan Liga 2. Bahkan, ada wasit yang tidak lulus Fitness Test 2024. "Jadi secara fisik dan penguasaan Law of The Game juga pengalaman, mereka memang tidak memenuhi standard," ungkapnya.

Terkait hal ini, jelas Budi, Komite Wasit PSSI terutama bidang penugasan yang paling bertanggungjawab. "Komite Wasit PSSI yang paling bertanggung jawab dan harus  menjelaskan kenapa mengirim wasit kualitas rendah untuk event PON," tegasnya.

Kedua, Deputi Sekjen Dessy Aptianto yang rangkap jabatan sebagai penanggung jawab PON XXI/2024 sekaligus pertandingan Indonesia melawan Australia pada babak kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Secara otomatis konsentrasinya terbagi dan tidak fokus mempersiapkan kedua event penting tersebut yang digelar dalam waktu bersamaan.

"Faktanya, kedua event itu banyak catatan masalah. Di pertandingan Indonesia melawan Australia terjadi fenomena banyak penonton yang tidak memiliki tiket dapat masuk ke stadion, sementara di pertandingan PON XXI/2024 banyak protes terkait kinerja wasit," ujar Budi.

Ketiga, personil PSSI yang bertugas di PON XXI/2024 Aceh-Sumut banyak diantaranya karyawan yang telah terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang artinya kualitas SDM-nya sudah tidak sesuai dengan standard kerja PSSI.

"Jadi memang kelihatannya siapapun yang bertanggung jawab di PSSI untuk menangani event PON XXI/2024 ini memang tidak serius menanganinya atau memang tidak memiliki kualifikasi untuk menghandle event PON," tutupnya. ***

wwwwww