Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
Badminton
24 jam yang lalu
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
2
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
Sepakbola
23 jam yang lalu
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
3
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
4
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
Sepakbola
23 jam yang lalu
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
5
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Sepakbola
23 jam yang lalu
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
6
Raih Gelar Ganda Putra Bersama Daniel, Rian: Sangat Senang Bisa Bawa Junior Juara
Badminton
23 jam yang lalu
Raih Gelar Ganda Putra Bersama Daniel, Rian: Sangat Senang Bisa Bawa Junior Juara
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Tim Catur Putri Indonesia Bungkam Palestina, Putra Tak Berdaya Hadapi Kekuatan Georgia

Tim Catur Putri Indonesia Bungkam Palestina, Putra Tak Berdaya Hadapi Kekuatan Georgia
FM Andrean Susilodinata. (PB Percasi)
Senin, 16 September 2024 12:31 WIB
Penulis: Azhari Nasution
BUDAPEST - Memasuki  babak ke 5 Olimpiade Catur ke-45 yang berlangsung Minggu (15/9/2024) waktu setempat, Tim Catur Putri Indonesia yang di babak sebelumnya bertemu Iran,  kali ini harus menghadapi Palestina.

Kubu tim putri Indonesia semakin percaya diri dan  menunjukkan potensinya. Pemain papan 3  Evi Yuliana (1912) tidak menemui kesulitan untuk menang dari WCM Yara Faqeeh (1671).

Kemenangan Evi diikuti oleh dua pecatur Indonesia lainnya, Angel Ruth Nugroho (1939) dan Clementia Adeline (1550) mengalahkan WCM Taqwa Hamouri (1845) dan Wajd Natsheh (1739)

Dengan 4 poin yang diraih Evi dari 5 babak yang sudah dimainkan, maka sudah bisa dipastikan Evi meraih gelar WCM (Woman Candidate Master) bila minimal bermain dua babak lagi."Tapi kita berharap Evi bisa meraih gelar lebih tinggi lagi,  WFM (Woman Fide Master) bila dapat 6 point dari 9 babak," ujar Lisa Lumongdong, Kapten Tim Catur Putri Indonesia.

Menurut Lisa, anak-anak asuhannya ini makin tampil percaya diri. Tak hanya Evi yang bermain dengan gaya tersebut, Angel juga terlihat berani dengan pilihan-pilihan langkahnya. Bahkan di babak 5 ini, Clementia juga mampu mengendalikan permainan. Saat lawan memainkan varian korban bidak di pembukaan dan tidak memberi kompensasi. Akhirnya dipaksa menyerah ketika bidaknya dihabiskan oleh Clementia.

Satu-satunya point yang hilang dikelompok putri adalah kekalahan di meja 1, saat pemain seniot WIM Lindri Juni Widjayanti (2155) harus mengakui keunggulan pecatur terbaik Palestina, WFM Eman Sawan (1972), sehingga skor akhir 3-1.

Sementara itu, Tim Catur Putra Indonesia mulai menghadapi lawan-lawan yang tangguh. Setelah selama dua hari berturut-turut bertemu para pemain papan atas, kubu tim putra harus mengakui kekuatan Georgia yang turun dengan kekuatan 4  GM mereka yang ber elo- rating di atas 2500, skor akhir 1/2 : 3 1/2.

Perlawanan Tim Putra patut dihargai, karena Georgia memiliki kemampuan jauh di atas tim Indonesia. Satu-satunya yang berhasil menahan imbang adalah FM Andrean Susilodinata (2393) saat bermain remis dengan GM Mikheil Mchedishvili (2574).

Sementara ketiga pemain lainnya tumbang menghadapi lawan-lawan mereka. Yakni, FM Satria Duta Cahaya (2219) yang berada di papan dua menyerah pada GM Luka Paichadze (2516). Begitu juga dengan Zacky Dhia Ulhaq (2203) dan Reynard Kristopher (2114)  yang kalah dari lawan-lawan mereka GM  Baadur Jobava (2582) dan GM Levan Pzntsulaila (2516).

"Dikepruk sapu lidi Tuan Simon. Seperti itulah tim putra kita saat bertemu Georgia, salah satu tim raksasa catur dunia. Melawan 4 GM sudah malang melintang di percaturan dunia, tentu terasa benar kalah kelasnya," ujar Kapten Tim Catur Putra Indonesia,Kristianus Liem.

Andrean, pemain papan 1 Indonesia yang juga merupakan eks Dream Team termuda ini, bermain dengan hati-hati, begitu juga lawannya, GM Mikheil. "Mungkin karena  sehari sebelumnya Andrean mengalahkan GM dari Hungaria, maka Mikheil tampak tidak mau ambil risiko dan terus menjaga keseimbangan sampai remis disetujui lgkah 31," ujar Kris, menambahkan.

Namun hasil remis ini menguntungkan bagi Andrean yang sedang mengejar Norma IM terakhirnya dan Norma GM pertamanya. Andrean saat ini sudah genap menghadapi 3 GM, tinggal mengumpulkan poin yang cukup untuk perolehan gelar tersebut.

Di babak ke 6, Tim Catur Putri  Indonesia akan berhadapan dengan Estonia dan Tim Catur Putra Indonesia akan menghadapi Finlandia. ***

wwwwww