Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
Badminton
21 jam yang lalu
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
2
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
Badminton
21 jam yang lalu
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
3
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
Sepakbola
20 jam yang lalu
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
4
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
Sepakbola
20 jam yang lalu
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
5
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Sepakbola
20 jam yang lalu
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
6
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Langkah Tim Catur Indonesia Tertahan, Duta Satria Sempat Persulit Pecatur Finlandia

Langkah Tim Catur Indonesia Tertahan, Duta Satria Sempat Persulit Pecatur Finlandia
Tim Catur Putri Indonesia. (Dok.PB Percasi)
Selasa, 17 September 2024 19:26 WIB
Penulis: Azhari Nasution

BUDAPEST - Langkah Tim Catur Indonesia tertahan di Olimpiade Catur ke-45. Setelah bermain menghadapi tim-tim tangguh di babak sebelumnya, perlawanan mereka di babak ke 6 pun belum bisa mengimbangi lawan-lawannya. Tim Catur Putra Indonesia kalah dari Finlandia dengan hasil akhir 1 1/2 : 2 1/2, sementara Tim Catur Putri Indonesia menyerah 1 1/2 : 2 1/2  dari Estonia.

Meski begitu tim putra Indonesia tampil gigih menghadapi tim  Finlandia yang di semua papan pemainnya unggul gelar maupun rating sekitar 100 hingga 200 poin. Walau awalnya terlihat seperti akan kalah telak, tetapi di dua papan terakhir terjadi situasi terbalik. Terutama di meja dua antara FM Duta Satria Cahaya (2219) melawan IM Mikail Agapov (2451).

Agapov berkali-kali terlihat unggul tapi berkali-kali pula Duta menemukan langkah yang membuat sulit pula. Pancingan yang dilakukan Duta pada langkah 38 saat waktu kedua pemain sudah kritis, berhasil membuatnya unggul menteri melawan benteng, tapi bidak lawan yang sudah dibaris tujuh tidak tercegah jadi menteri sehingga kondisii berimbang langkah 45. Ssaat itulah Agapov membuat blunder,  mencoba mengambil gajah dan bidak tapi Duta membiarkan gajahnya dan mendorong bidaknya ke petak d3 yang tak tercegah promosi.

Agapov yang menyadari blundernya langsung berdiri dan membanting papan notasinya. Duta yang tidak enak hati langsung bilang, "I am so sorry, ini harusnya remis. Dia blunder saja."  Suaranya yang setengah berbisik itu  tetap mengganggu meja-meja di sebelah yang masih tanding. Pemain papan 2 ini pun segera diminta keluar dari arena pertandingan.

"Duta yang sepanjang permainan bagai satria berkuda yang tidak henti-hentinya mengayunkan pedang berlalu sambil terus tersenyum-senyum. Dengan skor pribadi 4½ dari 6 babak, Duta berpeluang besar meraih Norma IM pertamanya,"  ujar Kapten Tim Catur Putra Indonesia Kristianus Liem.

Hasil remis diperoleh  Zacky Dhia Ulhaq (2203) terhadap Henri Lahdelma (2231). Sementara dua pemain Indonesia lainnya, FM Andrean Susilodinata (2393) dan Fabian Glen Mariano (2121) kandas dari lawan mereka IM Vilka Sipila (2462) dan Oliver Wartiovaara (2300).

Di bagian putri, tiga pemain muda Indonesia berhasil menahan imbang Estonia yang lebih unggul elo rating dan gelarnya. Hanya pemain papan 1,  WCM Evi Lindiawati (1940) yang gagal memanfaatkan situasi yang semula sudah seimbang menghadapi lawannya IM Mai Narva (2420).

Angel Ruth Nugroho ((1939) awalnya melakukan blunder tapi terus berupaya mempersulit lawan hingga akhirnya bisa menahan serangan WIM Margareth Olde (2135) setelah bertarung 5,5 jam.

Evi Yuliana (1912) yang bermain di papan 3  juga tampil baik dengan buah hitam dan dapat berbagi angka dengan lawannya WFM Sofia Blokhin (2036). "Tekanan lawan bisa ditangkis,  Evi  juga melakukan counterplay di lajur sayap menteri sehingga keduanya saling melakukan tekanan di titik lemah masing-masing, namun akhirnya sepakat remis,"ujar Lisa Lumongdong, Kapten Tim Catur Putri Indonesia.

Pemain papan 4, Clementia Adeline (1550) sebenarnya sudah terdesak oleh WCM Grete Olde (1952), namun karena lawannya ini melakukan kesalahan fatal,  Clementia jadi unggul. Sayangnya sisa waktu berpikirnya tinggal sedikit, ia tak mau mengambil resiko dan  permainan berakhir remis.

Lisa menambahkan para pemain putri ini memiliki semangat yang uar biasa, terlihat  dari usaha mereka yang pantang menyerah saat melawan Estonia ini.

Di babak ke 7, tim  Indonesia putra akan menghadapi Hongkong, dan tim Indonesia putri akan melawan Tunisia. ***

wwwwww