Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
20 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
2
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
20 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
3
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
19 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
4
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
19 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
19 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
‎Sampah Jakarta Berkurang 500 Ton per Hari, DKI-Bekasi Perkuat Kerja Sama Bantargebang
Metropolitan
23 jam yang lalu
‎Sampah Jakarta Berkurang 500 Ton per Hari, DKI-Bekasi Perkuat Kerja Sama Bantargebang
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Wasit Laga Aceh vs Sulteng Berubah Saat DSP Sudah Tersebar, Ada Apa?

Wasit Laga Aceh vs Sulteng Berubah Saat DSP Sudah Tersebar, Ada Apa?
Budi Setiawan. (Ist)
Selasa, 17 September 2024 22:16 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Pertandingan Tim Sepakbola Putra Aceh melawan Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut menjadi viral karena Muhammad Rizky Saputra (Sulteng) melayangkan bogem mentah kepada wasit hingga pingsan bahkan sampai diganti oleh Fourth Official (wasit keempat).

Motif Rizky memukul wasit diindikasi karena tidak puas atas kepemimpinan wasit yang dinilai banyak menguntungkan tim Aceh. Potongan atas kepemimpinan wasit Eko Agus Sugiharto asal Sumatera Selatan itu pun banyak beredar di sosial media.

Meskipun pertandingan itu sudah berlalu namun pertandingan perempat final PON XXI/2024 itu masih menyisakan banyak pertanyaan dan tanda tanya. Sehingga ini menjadi salah satu bagian yang perlu dijelaskan dan diselesaikan oleh PSSI.

Adapun bagian yang dimaksud oleh Budi Setiawan selaku Founder dari Football Institute, adanya perbedaan wasit yang memimpin dengan wasit yang tertera di DSP (Daftar Susunan Pemain).

Dalam DSP yang sudah tersebar tercantum wasit yang memimpin pertandingan Aceh vs Sulteng adalah Achmad Hafid Hilmi (Wasit), Hilmi Isthofan (Asisten Wasit 1), Muhammad Umar Syaifuddin (Asisten Wasit 2), Fadli Nurdiana (Wasit Cadangan), M. Syarif (Pengawas Pertandingan) dan Kusni (Penilai Wasit)

Namun saat kick off dimulai nampak yang bertugas di lapangan adalah Eko Agus Sugiharto dari Sumsel (Wasit), Ilham Langago dari Gorontalo (Asisten Wasit 1), Firmansyah Basuki asal Jawa Timur (Asisten Wasit 2), dan Fadli Nurdiyana dari DKI Jakarta (FO).  

Ini jelas menjadi pertanyaan, kenapa DSP yang sudah ditanda tangani sebelumnya oleh pelatih kepala dan manager kedua tim dapat berubah? Apakah pergantian perangkat pertandingan di last minute itu sudah disetujui oleh kedua tim? Apa motif dan alasan pergantian wasit tersebut? Apakah murni karena faktor teknis atau ada faktor non teknis?

“Tentu alasan dan latar belakangnya penting untuk dijelaskan oleh Komite Wasit PSSI yang bertugas di PON XXI/2024. Adapun komite wasit yang bertugas di PON untuk melakukan penugasan wasit adalah Jimmy Napitupulu,” katanya.

“Transparansi ini perlu dilakukan agar janji Ketua Umum PSSI Erick Thohir membenahi kualitas pertandingan dan kualitas wasit ada check and balance dari football society,” tambahnya.

Kasus seperti ini bukan, kata Budi, bukan yang pertama. Kejadian serupa terjadi pada tahun 2018 saat babak 8 Besar Liga 2 yang mempertemukan Persita Tangerang vs Kalteng Putra. Wasit yang memimpin berubah/berbeda dengan yang di DSP.

Masih segar dalam ingatan kita tahun 2018 saat babak 8 besar Liga 2 pertandingan antara Persita Tangerang vs Kalteng Putra, terjadi kasus yang sama dengan PON Aceh vs Sulawesi Tengah. Wasit yang memimpin berubah/berbeda dengan yang di DSP.

Wasit dalam DSP Persita Tangerang vs Kalteng Putra adalah Yudi Nurcahya, namun yang bertugas di lapangan adalah Novari Iksan. Akibatnya, Persita Tangerang sempat melayangkan protes karena perubahan wasit yang bertugas secara mendadak.

“Dalam pertandingan tersebut disinyalir terjadi match fixing dan match setting untuk memenangkan klub tertentu. Dengan pengalaman di masa lalu itu, jika tidak ada transparansi dari Komite Wasit maka prejudice (prasangka) kita akan mengarah bahwa pertandingan PON Aceh vs Sulawesi Tengah patut diduga ada indikasi match setting atau match fixing,” tutupnya. ***

wwwwww