Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
Badminton
20 jam yang lalu
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
2
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
Badminton
20 jam yang lalu
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
3
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
Sepakbola
19 jam yang lalu
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
4
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
Sepakbola
19 jam yang lalu
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
5
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Sepakbola
19 jam yang lalu
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
6
Raih Gelar Ganda Putra Bersama Daniel, Rian: Sangat Senang Bisa Bawa Junior Juara
Badminton
19 jam yang lalu
Raih Gelar Ganda Putra Bersama Daniel, Rian: Sangat Senang Bisa Bawa Junior Juara
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2024

Kondisi Fisik Menurun, Isyana/Rinjani Harus Puas Raih Medali Perunggu

Kondisi Fisik Menurun, Isyana/Rinjani Harus Puas Raih Medali Perunggu
Ganda putri Indonesia Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine. (PP PBSI)
Sabtu, 12 Oktober 2024 23:11 WIB
Penulis: Azhari Nasution
NANCHANG - Pasangan ganda putri Indonesia Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine tidak berhasil meneruskan langkahnya di ajang Kejuaraan Dunia Junior 2024. Isyana/Rinjani diadang pasangan Jepang Ririna Hiramoto/Aya Tamaki dalam laga semifinal yang berlangsung di Nanchang International Sports Center Gymnasium, China, Sabtu (12/10/2024).

Sejak awal Isyana/Rinjani mengaku tidak bisa melepaskan diri dari tekanan lawan walaupun di beberapa momen mereka sempat unggul. Pertandingan ini pun tuntas dengan skor tipis 21-23, 19-21.

"Kami kurang jaga fokus di pertandingan hari ini. Secara hawa pertandingan juga kami merasa mereka lebih tinggi jadi kami terus tertekan. Walau sempat unggul tapi rasanya belum lepas. Ketika mereka menyusul, kami semakin panik. Kami juga banyak melakukan kesalahan," ungkap Isyana.

"Tidak bisa dipungkiri, fisik, tenaga dan fokus saya menurun. Sudah terasa sejak pertandingan kemarin sebenarnya tapi hari ini di laga yang lebih ketat jadi lebih terasa," sambung Rinjani.

Sempat bertemu di babak semifinal Piala Suhandinata pekan lalu, Isyana/Rinjani menyebut pola permainan lawan berubah.

"Minggu lalu di gim pendek mereka tidak bisa menerapkan pola permainan mereka jadi kami bisa terus menekan. Hari ini mereka bisa bermain dengan banyak mengangkat bola, sesuai keinginan mereka," kata Isyana.

Bagi Isyana/Rinjani torehan ini merupakan proses perjalanan mereka menuju tantangan sebenarnya, level senior.

"Kami tetap senang dengan hasil ini. Kemarin di Kejuaraan Asia Junior kami kalah di delapan besar, sekarang ada peningkatan bisa sampai semifinal dan mendapat medali perunggu. Tahun depan sudah mulai bermain di level senior, harapannya bisa segera menyusul kakak-kakak di atas," aku Isyana.

"Kalau saya, kekalahan hari ini tidak akan membuat kami sedih berlarut-larut karena gagal sumbang medali emas. Bagi kami ini adalah proses perjalanan. Semoga ke depan kami bisa lebih baik dan lebih konsisten," tutur Rinjani.

Dengan demikian, skuad Merah-Putih Muda total menambah dua medali perunggu di nomor perorangan setelah meraih emas di nomor beregu Piala Suhandinata. ***

wwwwww