Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
Badminton
22 jam yang lalu
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
2
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
Badminton
23 jam yang lalu
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
3
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
Sepakbola
21 jam yang lalu
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
4
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
5
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
Sepakbola
21 jam yang lalu
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
6
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Sepakbola
21 jam yang lalu
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Era Baru Dunia Olahraga Indonesia, Menpora Dito Resmikan BAKI Jadi Arbitrase Tunggal

Era Baru Dunia Olahraga Indonesia, Menpora Dito Resmikan BAKI Jadi Arbitrase Tunggal
Menpora Dito saat meresmikan BAKI sebagai badan arbitrase tunggal di Indonesia. (Gonews.co Group)
Jum'at, 18 Oktober 2024 22:57 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo meresmikan Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia (BAKI) di Media Centre Kemenpora Jakarta, Jumat, 18 September 2024. BAKI sebagai satu-satunya lembaga yang akan menyelesaikan masalah sengketa olahraga di Indonesia.

Acara peresmian BAKI ini dihadiri Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari dan Ketua BAKI Mohamed Idwan Ganie.

Perlu diketahui, sebelum diputuskan adanya satu lembaga arbitrase, Indonesia pernah memiliki dua lembaga penyelesaian sengketa keolahragaan.

Lembaga itu adalah BAKI dan BAORI (Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia). Kala itu, BAKI 'menginduk' ke KOI, sedangkan BAORI 'menyusu' ke KONI Pusat.

Kini, dengan hanya satu lembaga arbitrase bernama BAKI, menjadi sejarah manis di era Menpora Dito Ariotedjo. Sehingga, penyelesaian sengketa yang melibatkan atlet hingga federasi olahraga, nantinya hanya akan diakui oleh BAKI saja.

"Alhamdulillah, akhirnya badan penyelesaian sengketa sudah tinggal satu, hanya satu yaitu BAKI,” kata Menpora Dito.

Menurut Dito, dengan hadirnya BAKI maka ke depan ada kepastian hukum untuk menyelesaikan sengketa olahraga. "Jadi tidak ada lagi sengketa-sengketa keolahragaan, baik dari segi organisasi, tenaga olahraga, sampai atlet, yang nantinya ada keputusan sengketanya bisa di dua forum. Jadi ini akan membuat kepastian hukum yang pasti untuk ekosistem olahraga,” ungkapnya.

"Ke depan saya tidak mau lagi ada sengketa olahraga diselesaikan di pengadilan umum, PTUN dan lain-lain,” imbuh Dito.

Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari sepakat dengan apa yang disampaikan Menpora Dito. Okto, panggilan karibnya, hanya menyebutkan jika NOC itu berafiliasi ke Komite Olimpiade Internasional (IOC), Indonesian Anti Doping Organization (IADO) dengan World Anti Doping Association (WADA), Federasi Nasional (PP/PB) dengan Federasi Internasional (IF) dan BAKI dengan Court of Arbitration for Sports (CAS).

Menurut Oktohari, tak boleh lagi ada gugatan olahraga yang diajukan ke pengadilan umum. “Kita ke depan sengketa olahraga diselesaikan di BAKI, tidak ada lagi yang ke PTUN atau pengadilan umum lainnya. BAKI benar-benar jadi satu badan abritase untuk selesaikan sengketa olahraga di Indonesia,” ujar Oktohari.

Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman juga mendukung penyatuan dua lembaga arbitrase menjadi satu. Menurut Marciano, upaya yang dilakukan Menpora perlu didukung agar sengketa olahraga bisa diselesaikan dengan baik. 

“Alhamdulilah siang hari ini Menpora membuat terobosan penting dan strategis dengan secara resmi membentuk satu-satunya badan abritase keolahragaan Indonesia. Praktis, BAORI dilikuidasi,” tutur Marciano.

Berdasar keterangan yang disampaikan Ketua BAKI Idwan Ganie, lembaga tersebut akan diisi personel yang memiliki sikap profesional.

Meski anggaran operasional yang diterima nanti berasal dari bagian Kemenpora, namun pihaknya tetap akan di jalur independen. "BAKI akan tetap menjadi badan yang dikelola secara independen meskipun BAKI menerima dukungan dan difasilitasi pendiriannya oleh Kemenpora,” tegasnya. ***

wwwwww