Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
Badminton
19 jam yang lalu
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
2
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
Badminton
20 jam yang lalu
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
3
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
Sepakbola
18 jam yang lalu
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
4
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
Sepakbola
18 jam yang lalu
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
5
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Sepakbola
18 jam yang lalu
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
6
Raih Gelar Ganda Putra Bersama Daniel, Rian: Sangat Senang Bisa Bawa Junior Juara
Badminton
18 jam yang lalu
Raih Gelar Ganda Putra Bersama Daniel, Rian: Sangat Senang Bisa Bawa Junior Juara
Home  /  Berita  /  Nasional

Menteri LH: Perlu Inovasi dan Teknologi Tangani Masalah Sampah

Menteri LH: Perlu Inovasi dan Teknologi Tangani Masalah Sampah
Pengelolaan sampah di TPST Bantargebang. (Ist)
Senin, 28 Oktober 2024 20:45 WIB
Penulis: Riyan
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq menekankan pentingnya memanfaatkan inovasi dan teknologi terbaru untuk menyelesaikan masalah pengelolaan sampah.

Hanif mengatakan, setiap teknologi yang dipilih harus disesuaikan dengan jenis dan tujuan pengelolaannya. Selain itu, Indonesia perlu mengelola sampahnya secara mandiri.

 
"Pendekatan terbuka terhadap inovasi dan teknologi terkini merupakan salah satu langkah penting dalam menyelesaikan permasalahan sampah, di mana setiap teknologi perlu disesuaikan dengan jenis dan tujuan pengelolaannya," ujar Hanif, saat mengunjungi fasilitas pengolahan sampah RDF Plant dan Landfill Mining di TPST Bantargebang, Minggu (27/10).
 
Menurutnya, Indonesia memiliki kapasitas yang cukup untuk mengelola sampah secara optimal tanpa harus mendatangkan sampah dari negara lain. 
 
"Kami yakin dan bertekad bahwa dalam waktu dekat ini, kita harus menghentikan impor barang semacam itu (sampah). Wajib melakukan pengolahannya di dalam negeri. Sampah kita sudah cukup banyak," terangnya.
 
Terkait dengan kesiapan teknologi dalam negeri, Direktur Utama PT Mario Mikron Metalindo, Jusman Sikki mengaskan dukungannya terhadap kebijakan yang disampaikan oleh Menteri LH dengan berkomitmen untuk terus menyediakan teknologi tepat guna produk dalam negeri untuk pengelolaan sampah.
 
"Kami sangat siap untuk memenuhi kebutuhan teknologi pengolahan sampah di Indonesia. Semua komponen kami, seperti pada RDF Plant/Landfill Mining TPST Bantargebang dan fasilitas pengelolaan sampah lainnya seperti peralatan TPS 3R, adalah produk lokal yang mampu bersaing dan unggul dalam kualitas," bebernya.
 
Ia menambahkan, pihaknya sudah sangat siap untuk mendukung pemerintah dalam pengelolaan sampah dengan meningkatkan penggunaan teknologi yang inovatif. 
 
"Kami berkomitmen untuk berinovasi dan menyediakan komponen yang andal dan efisien dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) tinggi. Ini sesuai dengan kebutuhan fasilitas pengelolaan sampah modern di seluruh Indonesia yang memanfaatkan potensi dan sumber daya lokal secara maksimal," terangnya.
 
Penggunaan teknologi lokal, imbuh Jusman, tidak hanya membantu ketahanan pengelolaan sampah tetapi juga mendukung penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan industri dalam negeri.
 
"Dengan memanfaatkan produk dalam negeri, kita membangun ketahanan dan meningkatkan keberlanjutan fasilitas pengelolaan sampah di Indonesia," ucapnya.
 
Ia menuturkan, pemanfaatan teknologi lokal ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi pengelolaan sampah di berbagai daerah. 
 
"Melalui teknologi yang semakin canggih dan karya anak bangsa, saya berharap Indonesia dapat menjadi model dalam pengelolaan sampah terintegrasi dan ramah lingkungan," pungkasnya.***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Nasional, Lingkungan
wwwwww