Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
9 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
8 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
13 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
8 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Komisi Atlet NOC Indonesia Harus Pastikan Lingkungan Aman Atlet Berprestasi

Komisi Atlet NOC Indonesia Harus Pastikan Lingkungan Aman Atlet Berprestasi
Ketua Komisi Atlet NOC Indonesia Anton Suseno. (NOC Indonesia)
Senin, 25 November 2024 19:17 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA – Komisi Atlet Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) menggelar rapat perdana dengan tema "Athletes Voice Reaching The World Podium" yang menjadi wadah para atlet untuk bersuara dan menciptakan lingkungan terbaik dalam proses pencapaian prestasi.

Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan anggota Komisi Atlet NOC Indonesia beserta tugas dan fungsinya. Di sisi lain, ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung program Komite Olimpiade Internasional (IOC) tentang safe sport for athletes, sekaligus menjalankan action plan IOC sebagai pemimpin gerakan olimpiade yang memiliki tujuan strategis untuk 2030.

Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari menyoroti pentingnya peran Komisi Atlet dalam dunia olahraga Indonesia. Khususnya dalam menjadi wadah atlet untuk bersuara dan melindungi hak-hak atlet yang selama ini juga sudah diatur oleh IOC melalui Piagam Olimpiade.

“Komisi Atlet NOC Indonesia memastikan para atlet berada di lingkungan yang sehat sehingga mereka merasa nyaman untuk berlatih dan terus mengembangkan kemampuannya,” ucap Okto, sapaan akrab Raja Sapta Oktohari.

Di sisi lain, Komisi Atlet berkolaborasi dengan komisi-komisi lain di Komite Olimpiade Indonesia seperti Komisi Sport and Rules, Sports for All, Komisi Medical & Scientific, Komisi Gender Equity Diversity Inclusion, Komisi Legal Affairs juga mensosialisasikan pedoman safeguarding. Pedoman ini menjadi salah satu pilar utama dalam memastikan keselamatan, kesejahteraan, dan kenyamanan atlet dalam mengejar prestasi.

“Kasus pelecehan dan kekerasan dalam dunia olahraga sebenarnya terjadi di sekeliling kita, tetapi masalahnya adalah kita tidak mengetahuinya atau kadang dianggap tabu dan ada rasa takut untuk bersuara. Korban belum memiliki ruang yang ideal untuk bercerita. Kami mendorong para atlet Indonesia untuk berani bercerita kepada kami,” sambung Okto.

Sementara itu, Ketua Komisi Atlet NOC Indonesia Anton Suseno menjelaskan, Safeguarding tidak hanya tentang melindungi fisik, tetapi juga kesehatan mental dan emosi para atlet. Ini adalah langkah konkret yang akan memberikan fondasi kuat bagi para atlet untuk berkembang dan tampil maksimal tanpa rasa khawatir di setiap event internasional yang diikuti.

“Kami, Komisi-Komisi NOC Indonesia  berinisiatif membuat safeguarding guidelines yang mudah dimengerti dan dapat diimplementasikan dengan harapkan bisa menjadi referensi untuk atlet, klub, administrator, orang tua atau praktisi olahraga yang ingin mencegah, menanggulangi bahkan menindak kasus kekerasan yang ditemukan demi tercapainya lingkungan berolahraga yang aman. Saat ini, Fokus kami mengedukasi dan mensosialisasikan tentang safeguarding itu sendiri. ke dapannya kami berharap guideline ini dapat dikembangkan,” ujar Anton.

Lanjut Anton, sosok atlet tidak hanya menjadi simbol perjuangan dan kebanggaan bangsa, tetapi juga suara penting dalam perkembangan olahraga Indonesia, di mana setiap prestasi yang diraih menjadi etalase Indonesia di mata dunia.

“Melalui pertemuan ini, kita memiliki kesempatan untuk memperkuat peran kita dalam menyuarakan kebutuhan, harapan, dan aspirasi sebagai seorang atlet demi mencapai podium tertinggi di dunia. Komisi Atlet hadir menjadi wadah para atlet untuk bersuara dan menciptakan lingkungan beserta support system terbaik,” ungkap Anton.

“Saya percaya bahwa dengan memberikan perlindungan yang memadai, memperhatikan suara para atlet, dan memperkuat solidaritas antar sesama atlet, kita akan mampu bersama-sama mendorong olahraga Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi, baik dari segi prestasi maupun pembangunan sistem yang lebih berkelanjutan,” harapnya. ***

wwwwww