Mantan Ketua Bank China Dijatuhi Hukuman Mati atas Kasus Suap dan Pinjaman Ilegal
![]() |
| Ilustrasi (net) |
Menurut pengadilan, hukuman mati Liu akan dilaksanakan jika ia kembali melakukan kejahatan selama masa penangguhan. Jika tidak, hukumannya akan dikurangi menjadi penjara seumur hidup, tanpa pengurangan lebih lanjut meski menunjukkan perilaku baik.
Selain hukuman tersebut, semua aset pribadi Liu disita, dan hak politiknya dicabut seumur hidup.
Liu, 63 tahun, memiliki perjalanan panjang di sektor keuangan China sebelum diangkat menjadi Ketua Bank China pada 2019. Ia pernah menduduki posisi penting di lembaga seperti People's Bank of China dan Export-Import Bank of China.
Namun, karier cemerlangnya berakhir pada Oktober 2023 ketika ia dipecat oleh Partai Komunis China karena dugaan aktivitas ilegal dan penerimaan suap. Kasus Liu merupakan bagian dari upaya antikorupsi besar-besaran yang dilakukan oleh pemerintah China terhadap sektor keuangan.
Gelombang tindakan keras ini telah menjaring beberapa tokoh penting, termasuk Fan Yifei, mantan Wakil Gubernur Bank Sentral China, yang dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan dua tahun pada Oktober 2024 atas kasus serupa.
Korupsi Sistematis dengan Nilai Fantastis
Berdasarkan temuan pengadilan, Liu menggunakan posisinya untuk mengamankan promosi bagi sejumlah individu dan mempermudah kepentingan pribadi serta departemen tertentu. Ia juga terlibat dalam pengaturan personalia, pembiayaan proyek, dan pemberian pinjaman yang melanggar hukum.
Antara 2010 hingga 2023, Liu menerima suap dengan nilai total lebih dari 121 juta yuan, atau setara Rp 264,9 miliar. Ia juga dinyatakan dengan sengaja melanggar aturan hukum selama menjabat di Export-Import Bank of China dan Bank China.
Kasus Liu mencerminkan komitmen pemerintah China untuk membersihkan sektor keuangannya dari praktik korupsi. Upaya ini menjadi prioritas utama dalam beberapa tahun terakhir, terutama di tengah tekanan internasional terhadap transparansi dan reformasi di sektor tersebut. ***













