Fuad Baradja Pemeran Pak Bondan di Sinetron Jin dan Jun Tutup Usia
![]() |
| Fuad Muhammad Baradja meninggal dunia. (Ist) |
Penulis: Mambang Yazid
Selain populer sebagai aktor, Fuad Baradja adalah figur penting dalam gerakan pengendalian tembakau di Indonesia.
Selama lebih dari dua dekade, ia konsisten mengedukasi masyarakat tentang bahaya merokok, terutama di kalangan anak-anak dan remaja. Fuad bergabung dengan Komisi Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas PT) sebagai pengurus di bidang edukasi publik dan pemberdayaan masyarakat.
“Semangat melindungi anak Indonesia dari bahaya nikotin sudah ia mulai sejak aktif di dunia hiburan,” ungkap pihak Komnas PT dalam pernyataan resminya.
Bahkan, saat sibuk di lokasi syuting, Fuad kerap menyempatkan diri berkunjung ke sekolah-sekolah untuk kampanye bahaya rokok. Perjuangan ini mengantarkannya meraih penghargaan dari Kementerian Kesehatan pada Hari Tanpa Tembakau Sedunia tahun 2000.
Komnas PT menyebutkan, kepergian Fuad adalah kehilangan besar bagi gerakan pengendalian tembakau.
“Kini namanya menjadi simbol perjuangan perlindungan anak dari bahaya rokok. Segala dedikasi dan karyanya akan terus harum dan dikenang,” kata perwakilan Komnas PT.
Ucapan belasungkawa pun mengalir deras, termasuk dari rekan seprofesinya. Sahrul Gunawan, aktor yang menjadi lawan main Fuad di sinetron Jin dan Jun, menyampaikan rasa kehilangan melalui media sosialnya.
“Selamat jalan, Bang. Semoga amal ibadahmu diterima di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” tulis Sahrul.
Fuad Baradja lahir di Surakarta pada 27 Agustus 1960. Karier aktingnya dimulai di awal 1990-an, dengan membintangi sinetron seperti Ada Ada Saja, Bella Vista, Panji Manusia Millenium, hingga Taubat. Namun, perannya sebagai Pak Bondan dalam Jin dan Jun lah yang melekat di hati masyarakat.
Di balik layar, Fuad adalah sosok yang tak kenal lelah berjuang demi kesehatan generasi muda Indonesia. Hingga akhir hayatnya, ia terus aktif mengampanyekan bahaya rokok.
Kepergian Fuad Baradja meninggalkan pesan mendalam bahwa hidup tak hanya tentang popularitas, tetapi juga kontribusi nyata bagi masyarakat. ***
| Editor | : | Azhari Nasution |
| Kategori | : | Hiburan, DKI Jakarta |













