Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
24 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
2
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
24 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
3
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
24 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
4
Demo Sumpah Pemuda di Jakarta, Massa SADAR Bawa Tuntutan Karhutla dan Tolak Oligarki
Umum
23 jam yang lalu
Demo Sumpah Pemuda di Jakarta, Massa SADAR Bawa Tuntutan Karhutla dan Tolak Oligarki
5
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Sepakbola
22 jam yang lalu
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Asa Menuju Go Green Indonesia dari Pegadaian Peduli di Tengah Panasnya Persaingan Pegadaian Liga 2

Asa Menuju Go Green Indonesia dari Pegadaian Peduli di Tengah Panasnya Persaingan Pegadaian Liga 2
Program Pegadaian Peduli yaitu Gerakan Penanaman Pohon dari Pegadaian Liga 2 2024/25 di Boyolali, Jawa Tengah. (Nusantara United FC)
Senin, 09 Desember 2024 18:50 WIB
Penulis: Azhari Nasution
KOMPETISI Pegadaian Liga 2 2024/2025 bukan tanpa persaingan. Level kualitas pertandingan pun tidak kalah dengan kompetisi Liga 1. Kehadiran pemain asing di kompetisi kasta kedua menjadikan pertarungan di lapangan hijau kian menarik.

Ini yang menjadikan pertandingan sepak bola dengan segala pernik sudah mampu menyedot perhatian masyarakat karena menyuguhkan kompetisi yang benar-benar menghibur.

Persaingan ketat di kompetisi kasta kedua sudah tersaji sejak putaran pertama liga. Saat memasuki putaran kedua, tim-tim yang punya peluang lolos ke babak berikutnya pun berhitung. Bagaimana mereka bisa bertahan di tiga besar untuk kemudian melangkah ke babak penentuan sampai akhirnya promosi ke Liga 1. Sementara, klub-klub yang berada di zona bawah tetap berjuang habis-habisan agar tidak terdegradasi.

Emosi dan gengsi dari klub dan juga suporter menjadikan persaingan panas di liga dengan mengedepankan sportivitas. Larangan bagi suporter untuk away tour demi mendukung tim kesayangan di laga tandang pun sudah sepenuhnya dipatuhi.

Namun larangan yang sesungguhnya bersifat sementara waktu itu tak menyurutkan antusias suporter dan masyarakat datang ke stadion. Kini, tontonan Liga 2 benar-benar memberi kenyamanan bagi anak-anak maupun perempuan.

Pertandingan kian enak ditonton dan mereka yang memimpin pertandingan selalu memperlihatkan sikap tegas dan berlandaskan fair play. Buntutnya jarang ditemui pemain protes atas keputusan wasit yang menurut pandangan mereka tidak adil. Bahkan ofisial tim pun tak lagi pasang aksi meneriakkan protes kepada wasit tengah maupun asisten wasit.

Di tengah persaingan yang melibatkan emosi dan gengsi tidak hanya klub tetapi suporter. Pendukung PSIM Yogyakarta misalnya, sudah tidak sabar tim kesayangan kembali berlaga di kasta tertinggi. Apalagi, PSIM menjadi satu-satunya klub founding fathers alias salah satu pendiri PSSI yang masih bermain di Pegadaian Liga 2.

Sementara, klub-klub pendiri sudah berada di kasta tertinggi. Persis Solo menjadi klub founding fathers terakhir yang berhasil promosi. Kini, PSIM berpeluang mengikuti jejak klub-klub pendiri PSSI lainnya.

Hanya saja, sekali lagi, persaingan sungguh berat musim ini. Tim-tim yang terdegradasi seperti Bhayangkara Presisi FC tentu berharap kembali naik kasta. Begitu pula Persipura Jayapura, PSMS Medan, Persibo Bojonegoro, Persiraja Banda Aceh hingga Persiap Jepara yang pernah lama di Liga 1 dan kini berjuang memperebutkan tiket promosi.

Kompetisi Liga 2 pun tidak sekadar soal persaingan meraih tiket promosi tetapi juga mengangkat sisi lain sepak bola. Pasalnya sepak bola bisa mendorong siapa pun, apakah itu suporter atau stake holder lain untuk peduli pada penghijauan, pengembangan UMKM, upaya mendisiplinkan diri dengan aksi bersih stadion dan sudah pasti membantu pengembangan sekolah sepak bola dengan menyediakan coaching clinic.

Langkah menarik sekaligus terobosan dari PT Pegadaian yang mensponsori Liga 2 2024/2025. Melalui sepak bola yang sudah pasti memiliki daya tarik untuk selalu diikuti perkembangannya tidak hanya oleh suporter tetapi juga masyarakat, Pegadaian menampilkan program Pegadaian Peduli

Program itu di antaranya Gerakan Penanaman Pohon, Coaching Clinic dan MSME (Memilah Sampah Menabung Emas) berbasis edukasi dengan komunitas UMKM dan klub. Sebuah kolaborasi yang unik tetapi menarik. Pegadaian tak sekadar men-support sepak bola nasional dengan mendukung penyelenggaraan Liga 2.

Lebih dari itu, Pegadaian turut mengampanyekan Indonesia hijau dan harapan menuju ketahanan pangan. Pertanyaannya, bagaimana bisa? Bicara sepak bola tetapi juga kampanye Indonesia hijau alias Go Green Indonesia. Ternyata ini menjadi langkah mengesankan. Bahkan hal tersebut ini menjadi kampanye yang efektif dari Pegadaian Peduli dalam program tanam pohon di Pegadaian Liga 2 2024/2025.

Asa menjaga pelestarian lingkungan demi Indonesia agar tetap hijau dilakukan Pegadaian melalui kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility). Dalam program tersebut, penanaman pohon dilaksanakan di lahan-lahan sekitar stadion yang digunakan klub-klub Liga 2 saat menjamu lawan-lawannya. Di Boyolali, kegiatan dilakukan di areal Stadion Kebo Giro di Cepogo, beberapa saat menjelang laga Nusantara United melawan Persipa Pati pada pekan ke-10 Pegadaian Liga 2.

"Kami mendukung sepenuhnya gerakan gro green Indonesia dengan menanam pohon di sekitar stadion. Penanaman pohon menjadi salah satu kegiatan CSR kami untuk berkontribusi dalam melestarikan alam dan meningkatkan kualitas lingkungan," kata Antonius Henriyanto, Pemimpin Cabang PT Pegadaian Boyolali.

"Kami berharap kolaborasi dengan PT LIB, dan Nusantara United ini dapat bermanfaat khususnya bagi warga Boyolali," ucap dia.

Menurut Antonius bibit pohon yang ditanam sesuai dengan kondisi alam di kawasan Cepogo, di antaranya bibit pohon alpukat, kopi, stroberi, mangga, nangka, jeruk hingga flora khas Jawa Tengah bunga kantil. Selain melestarikan lingkungan, pohon-pohon yang ditanam bisa memberi manfaat bagi masyarakat.

"Tentu buah dari pohon-pohon itu masih harus menunggu beberapa tahun ke depan. Namun ini memberi manfaat bagi masyarakat karena mereka bisa menikmati hasil dari program tanam pohon. Kami memang memilih pohon yang bisa memberi hasil secara langsung bagi masyarakat," ujarnya.

Program dari Pegadaian Peduli memang dirasakan manfaat oleh masyarakat. Ini yang menjadikan klub mendukung kegiatan tersebut.

"Kami menyadari bahwa Indonesia adalah rumah yang harus dijaga dan lingkungan yang lestari vital untuk kehidupan di bumi kita. Aktivasi ini juga menjadi bentuk tanggung jawab sosial kami untuk Boyolali. Klub sungguh berterima kasih kepada masyarakat Boyolali yang telah mendukung dan menerima kami dengan baik," kata COO Nusantara United FC, Adhitya Hernadian.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 2 sepenuhnya mendukung program Pegadaian Peduli. Apalagi program itu memberi manfaat bagi masyarakat, seperti tanam pohon, Peduli UMKM hingga Coaching Clinic. Untuk kegiatan tanam pohon, Manajer Media dan Komunikasi PT LIB Hanif Marjuni, menuturkan bila itu dilakukan di lahan sekitar stadion. Namun bila sudah tidak ada lahan di dekat stadion, maka kegiatan itu bisa dilakukan di tempat lain.

"Kegiatan tanam pohon memang tidak jauh dari aktivitas pertandingan. Kegiatan ini melibatkan banyak stake holder yang berkaitan dengan Liga 2. Jadi rencananya program ini dilaksanakan di kota-kota menjadi markas klub Liga 2," kata Hanif.

Hanif, lebih lanjut, menuturkan bila masyarakat bakal merasakan manfaat dari program tanam pohon. Pasalnya bila tumbuh besar pohon bisa menjadi tempat berteduh. Sedangkan buah-buahnya bisa dinikmati masyarakat.

"Pohon dari buah mangga, rambutan, alpukat memberi aspek manfaat pada 10 tahun ke depan. Pohon itu sudah tumbuh besar sehingga bisa untuk berteduh. Saat dipanen, buahnya bisa dinikmati masyarakat," ucapnya.

Program tanam pohon memberi manfaat lebih bagi masyarakat. Upaya melestarikan lingkungan bisa tercapai karena salah satu titik di sebuah kota bakal menjadi teduh dengan pepohonan yang rindang. Bila dilaksanakan di berbagai daerah, Indonesia bakal tidak akan gersang. Dan, Pegadaian Peduli dari Pegadaian Liga 2 2024/2025 bakal dikenang sebagai pelopor gerakan penghijauan lewat sepak bola.

Penulis: Azhari, Redpel Gonews.co Group. ***

wwwwww