Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
2
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
3
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
4
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
9 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
9 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Koh Itop Ingatkan Posisi Operator Statistik Bola Basket Sangat Penting

Koh Itop Ingatkan Posisi Operator Statistik Bola Basket Sangat Penting
Peserta penataran Operator Statistik Bola Basket. (PP Perbasi)
Jum'at, 10 Januari 2025 20:41 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA -DPP Perbasi menggelar penataran operator statistic yang digelar di Jakarta, 9-10 Januari 2025. Penataran Operator Statistik diikuti 38 peserta dari seluruh Indonesia. Dalam acara ini, Agnesa Aulia Sutrisno dan Daily Nur Arif didaulat menjadi penatar.

Wakil Ketum DPP Perbasi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Christopher Tanuwidjaja saat menghadiri acara tersebut mengapresiasi antusiasme peserta di acara ini. Melihat bagusnya respons dari peserta, Christopher menjanjikan bahwa DPP Perbasi akan melakukan penataran lagi tahun ini. 

Dalam sambutannya, Christopher yang karib disapa Koh Itop ini menegaskan bahwa posisi operasional statistik sangat penting dalam olahraga bola basket. Sebab, statistik selalu dicari oleh pemain maupun pelatih untuk melihat progres dari penampilan tim.

“Jadi jangan anggap pekerjaan ini cuma input data. Pekerjaan operator statistik ini sangat luar biasa karena gak gampang menjalankan tugas ini,” jelas Koh Itop di Jakarta, Jumat (10/1/2025).

“Atlet bisa mendapat fasilitas dan gaji tinggi. Namun pekerjaan operasional statistik harus dilakukan dengan duduk berjam-jam. Bahkan, para atlet tanpa operasional statistik tidak jadi apa-apa karena dari hasil input data ini mereka bisa menilai progres performa individu dan tim,” lanjutnya.

Kata Koh Itop, dari lampiran data statistik para pelatih bisa evaluasi penampilan pemain. Bahwa semua yang dilakukan setiap hari sudah benar atau tidak karena data tidak mungkin bohong. “Dari statistik bisa lihat banyak hal,” tegasnya.

“Jadi berbanggalah dengan pekerjaan ini karena lewat kalian banyak atlet dan klub atau tim yang bisa lebih maju lagi. Dua haru belajar di sini, ke depan berkembang lebih bagus lagi. Basket Indonesia ada di tangan kalian,” terang Manajer Timnas Putri saat meraih medali emas di SEA Games 2023 Kamboja.

Lanjut Koh Itop, ke depan penataran operator statistik akan didatangkan pemateri dari FIBA. Ini agar output yang didapat bisa lebih baik lagi.

Agnesa selaku penatar mengatakan bahwa selama penataran operator statistik peserta sangat antusias dalam mengikuti penataran tersebut, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul saat pemberian materi.

“Selama penataran, materi yang diberikan saat penataran berupa materi tentang rules statistik, materi input, dan materi caller,” jelas Agnesa.

Pelaksanaan Penataran Operator Statistik ini mendapatkan respons baik dari peserta. Menurut Akil Jazmi Marzuki dari DKI Jakarta, penataran ini sangat berkesan dan baik untuk mendalami ilmu statistik.

“Penataran Operator Statistik ini sangat berkesan dan sangat bermanfaat bagi yang ingin mendalami ilmu statistik semoga terus ada dan semakin berkembang,” jelas Akil.

Sementara dari Aqila Nafisah yang merupakan peserta dari Bandung mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat. Terutama bagi dia yang memiliki background sebagai pelatih.

“Acara sangat bermanfaat bagi saya yang kebetulan masih pemula dalam statistik dan mencoba menjadi bagian statistik. Selama ini cuma tahu pengalaman menjadi pemain dan pelatih, jadi menarik melihat bola basket dari aspek lain,” terang Aqila yang merupakan pelatih basket KU6 hingga KU8 di Pengprov Jawa Barat. ***

wwwwww