Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
3
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
4
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
9 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
9 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
10 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  e-Sports

Menaker: 7,5 Juta Pengangguran Jadi PR di Tengah Lonjakan Angkatan Kerja

Menaker: 7,5 Juta Pengangguran Jadi PR di Tengah Lonjakan Angkatan Kerja
Jum'at, 10 Januari 2025 13:05 WIB
PADANG – Jumlah angkatan kerja Indonesia diprediksi mencapai 4,4 juta jiwa pada 2024, mencerminkan peningkatan yang signifikan selama beberapa tahun terakhir. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Prof Yassierli menyampaikan hal ini dalam kuliah umum bertema Artificial Intelligence Soft Skills yang diselenggarakan Universitas Andalas, Padang, Jumat (10/1/2025).

"Selama delapan tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan angkatan kerja mencapai 3,3 juta per tahun. Namun, pada 2024, angka ini melonjak menjadi 4,4 juta jiwa," kata Prof Yassierli.

Meski angka angkatan kerja terus meningkat, tantangan besar masih membayangi. Sebagian besar tenaga kerja di Indonesia masih berada di sektor informal, yang mencapai 55,10 persen. Hanya 39,98 persen yang bekerja di sektor formal, sementara sisanya, 4,91 persen, merupakan pengangguran.

Dari segi pendidikan, lulusan SD dan SMP mendominasi angkatan kerja dengan kontribusi 52,33 persen. Lulusan SMA/SMK menyumbang 34,81 persen, dan hanya 12,86 persen merupakan lulusan universitas atau diploma.

"Tanpa upaya yang serius, jumlah pengangguran yang saat ini mencapai 7,5 juta jiwa akan terus bertambah. Mahasiswa harus mempersiapkan diri sejak dini untuk memasuki pasar kerja," tegas Prof Yassierli.

Ia juga menyoroti posisi Indonesia dalam Human Capital Index, yang masih tertinggal di kawasan ASEAN. Dengan skor 0,540, Indonesia berada di bawah negara-negara seperti Singapura, Vietnam, Malaysia, dan Thailand.

"Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Langkah ini harus dilakukan untuk mengurangi kesenjangan antara kebutuhan industri dan kualitas tenaga kerja," tambah Guru Besar Fakultas Teknologi Industri (FTI) Institut Teknologi Bandung tersebut.

Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi mengatakan, kuliah umum ini menjadi bagian dari upaya mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan global.

"Pemahaman tentang kecerdasan buatan dan pengembangan soft skills sangat diperlukan agar lulusan kita dapat bersaing di pasar kerja global," ujarnya.

Efa menambahkan bahwa teknologi yang terus berkembang memberikan peluang sekaligus tantangan. Oleh karena itu, mahasiswa perlu dilatih untuk relevan dengan kebutuhan industri modern. (ant)

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:e-Sports, Sumatera Barat
wwwwww