Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
2
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
3
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
4
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
9 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
8 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Prof Henry Indraguna Nilai Keputusan Erick Thohir Tepat STY Diganti Patrick Kluivert

Prof Henry Indraguna Nilai Keputusan Erick Thohir Tepat STY Diganti Patrick Kluivert
Politisi Golkar, Prof Henry Indraguna. (Ist)
Jum'at, 10 Januari 2025 20:55 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Pergantian pelatih Tim Nasional (Timnas) sepakbola Indonesia dari Shin Tae-yong (STY) ke Patrick Kluivert mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, Timnas Indonesia yang menempati posisi peringkat tiga klasemen pada putaran ketiga babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia masih punya peluang lolos ke Piala Dunia 2026.

Indonesia akan menghadapi Australia pada 20 Maret di Australia. Kemudian Indonesia akan menjamu Bahrain pada 25 Maret di Stadion GBK. Lalu, Indonesia akan menjamu China di GBK pada 5 Juni. Terakhir, Indonesia akan bertandang ke Jepang pada 10 Juni 2025 mendatang.

Politisi Golkar yang juga pecinta sepakbola Prof Henry Indraguna menilai keputusan Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang memecat STY cukup tepat dengan pertimbangan profesional yang bertujuan membawa sepakbola Indonesia mencapai prestasi dunia. Apalagi, Erick Thohir memilki leadership tinggi dan menguasai secara teknis. 

"Apakah keputusan itu tepat dilakukan sekarang atau tidak. Waktu yang akan menjawab. Kalau Skuad Garuda lolos dari babak kualifikasi Piala Dunia, tentu publik akan percaya dengan keputusan Erick Thohir. Dan Pak Erick akan dianggap sebagai juru selamat bahwa Timnas Indonesia mampu bicara di pentas sepakbola paling akbar sejagat ini. Dia juga dianggap sebagai tokoh antimainstream karena berani tidak populis di saat publik masih menginginkan STY sebagai juru taktis bagi Jay Idzes dan kawan-kawan” ujar pakar hukum ini.

“Saya berharap dan mendoakan keputusan Pak Erick Thohir adalah yang terbaik dan tepat. Beliau tentu punya pertimbangan yang matang dan visioner,” imbuhnya.

Pengacara kondang ini juga menilai Erick Thohir sudah cukup memberikan kesempatan dan waktu untuk Coach Shin membesut Timnas Indonesia dari beberapa usia bisa berprestasi tinggi seperti ini. Bahkan Timnas Senior mampu menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang mampu masuk ronde ketiga penyisihan Piala Dunia 2026.

"Saya pribadi sebagai pengagum Coach Shin juga menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan pengabdiannya memberikan kebanggaan bagi rakyat Indonesia bahwa sepakbola kita bisa berubah lebih baik dan memiliki masa depan yang cerah. Saya meyakini setiap masa ada pemimpinnya dan setiap pemimpin ada masanya. Seperti di Timnas sepakbola kita," ucapnya.

Gaya Eropa dan Total Football

Dari keterangan pihak PSSI menyebutkan Patrick Kluivert dan rombongan akan mendarat di Indonesia pada Sabtu (11/1/2025) mendatang, sebelum dikenalkan secara publik pada keesokan harinya.

Tugas pertama Patrick bakal berlangsung pada lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026, saat Indonesia menjamu Australia di Gelora Bung Karno pada 25 Maret 2025.

“Saya berharap Patrick akan lebih baik dari STY. Apalagi dia pelatih asal Eropa dan karirnya selama ini telah cukup lama merumput bola di Negeri Kincir Angin. Pemain kita juga banyak bermain di Eropa dan jamak adalah diaspora yang merumput di Belanda. Jadi dari segi nonteknis seperti kultur, bahasa dan behaviour memiliki chemistry yang sama. Paling tidak gaya permainan Timnas pun akan seperti Eropa dan mudah-mudahan ciri khas Total Football Tim Orange juga akan mewarnai Skuad Garuda," urai Wakil Ketua Dewan Pembina Kongres Advokat Indonesia (KAI) ini.

Seperti diketahui, Patrick terkenal sebagai bintang Eropa yang moncer di Ajax Amsterdam, AC Milan, Barcelona, dan banyak klub lain. Usai pensiun sebagai pelatih pada 2008, Patrick memutuskan mengambil kursus kepelatihan, dan memulai karir kepelatihan sebagai asisten pelatih di AZ Alkmaar. ***

wwwwww