Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
19 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
19 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
19 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
19 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
5
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Pemainan Buruk di babak Pertama Penyebab Dewa United FC Gagal Kata Riekerink

Pemainan Buruk di babak Pertama Penyebab Dewa United FC Gagal Kata Riekerink
Laga Dewa United FC melawan Madura United yang berakhir dengan skor 1-3. (dok.ligaindonesiabaru)
Minggu, 16 Februari 2025 13:22 WIB
Penulis: Azhari Nasution
BANGKALAN - Kekalahan Dewa United FC atas Madura United FC di pertandingan pekan ke 23 BRI Liga 1 2024/2025 menjadi sebuah kejutan. Dewa United yang lima pertandingan terakhirnya meraih kemenangan dan sedang menduduki peringkat 2 klasemen sementara, dipaksa mengakui keunggulan Madura United FC dengan skor 3-1 di Stadion Gelora Bangkalan Madura, Jawa Timur, Sabtu (15/2/2025) kemarin.

Pelatih Dewa United Jan Olde Riekerink dalam sesi jumpa pers usai laga mengaku jika timya bermain buruk di babak pertama yang dimanfaatkan lawan untuk mencetak dua gol.

"Kita main lawan tim yang bagus, lapangan yang bagus dan untuk pertama kali kami kesulitan buat ritme permainan. Kalau kita sebagai tim yang ingin berkompetisi sebagai juara, kita harus punya kualitas lain bisa menang pertandingan ini. Babak pertama kita tidak lulus ujian, terlalu gampang Lulinha masuk ke dalam kita tidak bisa ada solusi. Akhirnya kita yang punya masalah. Itu pertama kalinya, paling tidak tahun ini," katanya.

Untuk babak kedua tambah Riekerink, timnya bisa memecahkan kesulitan yang terjadi pada babak pertama namun hal tersebut belum bisa merubah hasil pertandingan. Apalagi Ricky Kambuaya harus diusir wasit karena menyikut Iran Junior yang berbuah direct red card sehingga Dewa United bermain dengan 10 pemain sejak menit ke 58.

"Babak kedua kami pecahkan. Kita kasih pujian kepada tim, di babak kedua coba untuk kembali ke permainan. Tapi kita kalahnya di babak pertama. Dia tahu pelajaran akan datang setelahnya. Kita bermain dengan tim mereka (Madura United), mereka harus bertarung buat poin untuk bertahan. Dan mereka bertahan lebih baik di babak pertama," terangnya. ***

wwwwww