Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
17 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
17 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
17 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
17 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
17 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
17 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Hiburan

Keluarga Jadi Sumber Kekuatan Michael Bolton Hadapi Kanker Otak Langka

Keluarga Jadi Sumber Kekuatan Michael Bolton Hadapi Kanker Otak Langka
Penyanyi legendaris Michael Bolton. (Instagram)
Jum'at, 02 Mei 2025 20:15 WIB
Penulis: Mambang Yazid
JAKARTA - Bukan panggung megah atau tepuk tangan penonton yang kini menjadi pusat hidup Michael Bolton. Di usia 72 tahun, penyanyi legendaris peraih Grammy ini justru menemukan makna baru dalam lingkaran terkecilnya, keluarga.

Setelah didiagnosis menderita glioblastoma, salah satu jenis kanker otak paling agresif, pada Desember 2023, Bolton menjalani operasi darurat yang berhasil mengangkat seluruh tumor dari otaknya. Namun, perjuangan sesungguhnya justru dimulai setelah pisau bedah berhenti bekerja.

Putrinya, Taryn (45), menjadi orang pertama yang menyadari ada hal janggal pada ayahnya. Mulai dari sakit kepala parah, kehilangan keseimbangan, hingga terjatuh dari kursi, hal yang sangat tak biasa bagi Bolton yang dikenal aktif dan sehat. "Dia tidak minum alkohol, dan sangat atletis. Jadi saat dia jatuh, kami semua tahu ada yang salah," kata Taryn.

Pengamatan itu menjadi awal dari perjalanan medis yang berat namun penuh harapan. Saat ini, Bolton telah menyelesaikan rangkaian pengobatan intensif, radiasi dan kemoterapi. Ia masih rutin menjalani MRI dua bulan sekali, mengingat tingkat kekambuhan glioblastoma yang sangat tinggi.

Namun di balik semua prosedur medis itu, Bolton menyandarkan semangatnya pada kebersamaan dengan putri-putrinya dan enam cucunya: Amelia, Olivia, Dylan, Grayson, River, dan Jack.

Di rumahnya di Westport, Connecticut, Bolton mengisi hari dengan tebak-tebakan keluarga, meditasi harian, golf, serta terapi vokal—sebuah rutinitas baru yang memberi napas segar pada jiwanya.

"Saya ingin terus maju. Saya merasa masih banyak yang harus saya lakukan," ujarnya. "Saya bahkan punya judul lagu baru: Ain’t Going Down Without a Fight."

Kini, warisan yang ingin ia tinggalkan bukan lagi hit musik atau penghargaan. "Yang terpenting adalah pelajaran hidup yang bisa diambil oleh putri-putri saya," ucapnya. Dan dalam perjuangan melawan kanker, Bolton telah menunjukkan satu pelajaran penting: bahwa cinta keluarga bisa jadi obat paling mujarab. ***

wwwwww