Hasil Evaluasi, Lucky Ramadhan: Kuncinya Tambah Jam Terbang
![]() |
| Lucky Ramadhan (topi hijau) saat memimpin rapat evaluasi dengan pelatih Tim Anggar Indonesia. (PB Ikasi) |
Penulis: Azhari Nasution
Hingga Sabtu, 21 Juni 2025, atlet anggar Indonesia yang tampil pada nomor peseorangan putra dan putri untuk jenis senjata sabel, floret, dan degen hanya mampu menembus babak 64 Besar. Mantan atlet anggar nasional Lucky Ramadhan menyebut, dari hasil evaluasi yakni faktornya kurang jam terbang. “Obatnya hanya satu yakni menambah jam terbang,” tegasnya.
Untuk mencetak atlet berkualitas, kata Lucky yang juga Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) PB Ikasi, memang tidak mudah. Minimal mereka harus menjalani 10 hingga 15 pertandingan dalam setahun.
“Jadi, mereka bukan hanya bisa mengenal banyak karakter lawan tetapi juga memenuhi standar dimana seorang atlet itu minimal melakukan 1.400 tusukan. Jadi, kalau satu pertandingan bisa melakukan rata-rata 100 hingga 150 tusukan berarti dibutuhkan paling tidak 15 pertandingan untuk bisa memenuhinya,” ungkapnya.
Sebagai contoh, Lucky, panggilan karibnya, India yang semula berada di peringkat bawah bisa melejit ke peringkat tengah dunia. “Dulu itu, India berada di peringkat bawah. Tetapi, mereka mampu merangkat ke peringkat atas karena atletnya rutin mengikuti pertandingan baik tingkat Asia maupun dunia,” jelasnya.
Hal yang sama dilakukan Singapura yang rutin mengirimkan atletnya ke berbagai event internasional. Hasilnya, Singapura mampu merebut 1 medali perak dan 2 perunggu. Hasilnya cukup bagus. Singapura merebut 1 perak dan 2 medali perunggu pada Kejuaraan Anggar Asia 2025.
Medali perak dihasilkan Juliet Jie Min Heng dari nomor sabel perseorangan putri sedangkan dua medali perunggu lewat Kiria Tikanah di nomor degen perseorangan putri dan nomor beregu floret putri (Amita Berthier, Kemei Cheung, Stephanie Tingyi Lee dan Maxine Jie Xin Wong).
“Singapura juga tidak pernah absen dalam event internasional. Makanya, mereka bisa melejit pada Kejuaraan Anggar Asia 2025 ini,” katanya.
Apa yang dicapai Singapura ini, kata Lucky, patut menjadi acuan karena menjadi pesaing Indonesia pada SEA Games Thailand yang akan berlangsung Desember 2025 nanti. “Masih ada waktu kita untuk melakukan evaluasi dan program mengirimkan atlet-atlet terbaik dari hasil Kejuaraan Anggar Asia 2025 ini menjalani Trainning Camp (TC) dan mengikuti serangkaian pertandingan di luar negeri. Saya rasa kita bisa memenuhi target meraih medali emas pada SEA Games Thailand 2025 jika program tersebut bisa terwujud,” tutupnya. ***
| Kategori | : | Non Olympic, Bali |













