Brutal! Pemuda Palestina Tewas Dipukuli Pemukim Israel, Warga Dihalang Evakuasi
![]() |
JAKARTA – Seorang pemuda Palestina, Saif al-Din Kamil Abdul Karim Musala (23), meninggal dunia setelah mengalami penganiayaan brutal oleh sekelompok pemukim Israel di Kota Sinjil, Tepi Barat, Jumat (11/7/2025). Tragedi ini memperpanjang daftar korban kekerasan yang terus meningkat sejak konflik di Gaza kembali pecah pada 2023.
Menurut keterangan Kementerian Kesehatan Palestina, Saif al-Din tewas akibat luka serius di seluruh tubuh setelah dipukuli secara membabi buta. Saksi mata menyebut korban dibiarkan tergeletak selama empat jam karena tentara Israel mencegah warga untuk memberikan bantuan. “Kami tidak diizinkan menolongnya. Saat akhirnya berhasil menjangkau, dia sudah tak bernyawa,” kata Abdul Samad Abdul Aziz, warga Al-Mazraa Al-Sharqiya.
Sementara itu, militer Israel memberikan versi berbeda. Mereka mengklaim bentrokan terjadi karena adanya pelemparan batu terhadap warga Israel. Dalam pernyataannya, militer menyebutkan telah mengerahkan pasukan gabungan dan menggunakan alat pembubaran massa, serta mengakui adanya korban tewas dan luka di pihak Palestina.
Jenazah Saif al-Din kemudian diarak di Ramallah dengan iringan puluhan warga yang mengibarkan bendera Palestina sebagai bentuk penghormatan dan perlawanan. Rekaman dari AFP memperlihatkan suasana pilu di tengah prosesi pemakaman.
Bentrok antara pemukim Israel dan warga Palestina bukan kali pertama terjadi di Sinjil. Sebelumnya, sejumlah aksi protes pecah terkait perampasan lahan pertanian warga. Pemerintah Israel juga diketahui membangun pagar tinggi yang memisahkan sebagian kota dari Jalan 60, akses utama di Tepi Barat.
Sejak Oktober 2023, sedikitnya 954 warga Palestina tewas akibat kekerasan oleh pasukan atau pemukim Israel. Di sisi lain, 36 warga Israel juga dilaporkan tewas dalam berbagai insiden, menurut data resmi. Pendudukan Israel atas Tepi Barat yang berlangsung sejak 1967 terus meninggalkan luka mendalam bagi warga Palestina yang hidup di bawah tekanan dan kekerasan berkepanjangan. ***













