Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
17 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
19 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
18 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
19 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
17 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
8 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  SEA Games

Komisi A Dukung Penguatan Fungsi dan Peran Forum Pembauran Kebangsaan DKI

Komisi A Dukung Penguatan Fungsi dan Peran Forum Pembauran Kebangsaan DKI
Komisi A DPRD DKI Jakarta menerima audiensi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) DKI Jakarta. (Ist)
Selasa, 15 Juli 2025 12:30 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA- Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) DKI Jakarta melakukan audiensi dengan Komisi A DPRD DKI Jakarta untuk membahas penguatan peran FPK dalam menjaga keharmonisan dan suasana kondusif di Jakarta.

Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Inggard Joshua menegaskan, menyambut baik kehadiran FPK dan menilai forum ini memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial di tengah keberagaman Jakarta.

 
"Saya sangat menyambut baik keberadaan FPK yang sudah berdiri sejak tahun 2013 sebagaimana diatur dalam Permendagri. Kami di Komisi A sudah hampir 22 tahun menjalankan tugas, namun baru minggu lalu kami bertemu dengan Ketua dan Wakil Ketua FPK," kata Inggard, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (15/7/2025).
 
Setelah mendengar langsung pemaparan dari pengurus FPK, Inggard menilai forum ini sangat potensial sebagai mitra strategis Legislatif dalam menangani isu-isu sosial, khususnya yang berkaitan dengan potensi konflik etnis dan permasalahan tawuran di Jakarta.
 
"Forum ini sangat bagus dan bermanfaat. Dalam menghadapi persoalan seperti tawuran dan isu etnis, peran FPK menjadi sangat penting. Pemerintah daerah harus mendukung keberadaan forum ini secara maksimal, tentu dengan mengacu pada peraturan yang berlaku," ucapnya.
 
Menurutnya, FPK dapat dilibatkan dalam proses mediasi atau penyelesaian ketika DPRD menerima laporan masyarakat yang menyangkut persoalan antaretnis. Hal ini diharapkan dapat menjadi langkah preventif untuk menghindari konflik horizontal yang lebih besar.
 
Meski telah berjalan cukup lama, Inggard menyebut, FPK belum mendapatkan perhatian publik secara maksimal. Untuk itu, FPK diminta lebih aktif melakukan publikasi kegiatan, salah satunya melalui media sosial resmi, agar masyarakat lebih mengenal dan bisa berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan yang dilakukan.
 
"Hasil kerja mereka sebenarnya sudah ada, tapi kurang publikasi. Ke depan harus ada media sosial resmi agar aktivitas FPK diketahui masyarakat. Ini juga bisa memicu partisipasi warga," terangnya.
 
Ketua FPK DKI Jakarta, Andi Syamsul Zakaria atau akrab disapa Bang Syamzack menuturkan, audiensi ini merupakan langkah awal untuk membangun sinergi antara FPK dan DPRD DKI Jakarta, khususnya di Komisi A. 
 
Ia berharap, DPRD dapat memberikan dukungan, terutama terkait operasional forum yang hingga saat ini masih bergantung penuh pada fasilitasi dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi DKI Jakarta.
 
"FPK dibentuk berdasarkan instruksi Kemendagri dan ditindaklanjuti oleh Pemprov DKI Jakarta. Forum ini hadir dari tingkat provinsi hingga kota/kabupaten, termasuk Kepulauan Seribu. Kami berharap Komisi A dapat mendorong dukungan terhadap keberlangsungan forum ini," ungkapnya.
 
Ia memastikan, keberadaan FPK sangat penting dalam membangun komunikasi lintas etnis dan mencegah terjadinya konflik sosial. Saat ini, FPK mewadahi berbagai kelompok etnis dari seluruh Indonesia yang tinggal di Jakarta, termasuk para tokoh masyarakatnya.
 
Sementara itu, Wakil Ketua FPK DKI Jakarta, Budi Siswanto menambahkan, FPK membutuhkan dukungan nyata dari pemerintah daerah, baik dari sisi anggaran operasional, sekretariat, hingga tunjangan untuk para anggota forum.
 
"Kami berharap Komisi A bisa membantu mendorong perhatian lebih kepada FPK. Saat ini banyak hal yang masih terbatas, mulai dari kebutuhan sekretariat hingga penganggaran untuk mendukung kegiatan forum," paparnya.
 
Pria yang jarang disapa BS ini memaparkan, dengan adanya dukungan dari DPRD dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, FPK optimistis bisa menjalankan fungsinya lebih optimal sebagai garda terdepan dalam menjaga persatuan dan keharmonisan masyarakat Jakarta yang sangat heterogen.
 
"Dalam keanggotaan FPK saat ini, hampir semua suku yang ada di Jakarta menjadi pengurus. Kami berharap peran DPRD DKI Jakarta, terutama Komisi A bisa menjadikan FPK sebagai salah satu wadah pemersatu bangsa," pungkas Budi.
 
Sebagai informasi, dalam pertemuan tersebut, FPK memperkenalkan kiprahnya selama satu dekade terakhir sebagai wadah pembauran antaretnis di Jakarta, serta menyampaikan sejumlah aspirasi terkait dukungan sarana dan anggaran. 
 
Forum yang dibentuk berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 5 Tahun 2013 ini selama ini telah aktif menjembatani hubungan antarkelompok etnis untuk menciptakan kondusivitas dan menghindari potensi konflik horizontal di Jakarta. ***

wwwwww