Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
17 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
17 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
16 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
16 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
17 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
16 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Voli

Cegah Abuse of Power, Tito Karnavian Minta Polri Perkuat Sistem Pengawasan Internal

Cegah Abuse of Power, Tito Karnavian Minta Polri Perkuat Sistem Pengawasan Internal
Mendagri Tito Karnavian. (Ist)
Rabu, 16 Juli 2025 23:36 WIB
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan pentingnya penguatan sistem pengawasan internal di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk mencegah penyalahgunaan wewenang atau abuse of power. Hal itu disampaikan Tito saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengawasan Kompolnas di Ancol Jakarta, Selasa (16/7/2025).

Menurut Tito, Polri merupakan institusi yang sangat besar dan memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dengan jumlah personel lebih dari 464 ribu yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, maka diperlukan sistem pengawasan yang kuat, menyeluruh, dan berkelanjutan.

"Polri adalah institusi besar dengan tugas berat. Dalam struktur sebesar itu, potensi terjadinya abuse of power pasti ada. Maka dari itu, pengawasan harus diperkuat, terutama dari internal," ujar Tito dalam sambutannya.

Tito menekankan, pengawasan tidak hanya dilakukan oleh Irwasum dan Divisi Propam Polri sebagai pengawas internal, tetapi juga melibatkan lembaga eksternal seperti Kompolnas, Ombudsman, hingga masyarakat sipil.

Ia menyebut bahwa media sosial kini juga menjadi kanal penting dalam fungsi kontrol publik terhadap kinerja aparat kepolisian. Kritik, laporan, dan viralnya sebuah kasus bisa menjadi alarm dini untuk melakukan evaluasi terhadap personel Polri.

"Zaman sekarang masyarakat bisa langsung mengawasi lewat media sosial. Ini bentuk pengawasan yang tidak boleh diabaikan," tambahnya.

Lebih lanjut, Tito mendorong agar pengawasan dilakukan secara proaktif dan tidak sekadar menunggu laporan. Menurutnya, sistem pengawasan yang baik adalah yang mampu mendeteksi potensi pelanggaran sejak dini dan melakukan pencegahan sebelum terjadi masalah yang lebih besar.

Rapat koordinasi ini juga dijadikan momentum untuk menyamakan visi antara Kompolnas dengan pengawas internal Polri dalam rangka memperkuat pengawasan di semua lini.

Tito berharap, dengan sistem pengawasan yang solid, Polri dapat terus menjaga dan meningkatkan kepercayaan publik. Menurutnya, masyarakat hanya akan percaya pada lembaga penegak hukum yang transparan, akuntabel, dan mau dikoreksi.

"Pengawasan yang efektif akan menciptakan budaya organisasi yang sehat dan memperkuat legitimasi Polri di mata masyarakat," pungkas Tito. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Nasional, Voli, DKI Jakarta
wwwwww