Kirim 3 Tim Ke Thailand, IPL Bidik Kompetisi Dunia setelah Diakui ITTF dan jadi Anggota KOI
![]() |
| Sekjen IPL Yon Mardiyono. (Foto: IPL) |
Penulis: Azhari Nasution
Sesuai dengan agenda Kompetisi IPL yang untuk pertama kalinya digelar tahun 2024, IPL mengirimkan tiga klub terbaik hasil kompetisi elite senior musim 2024 ke Kejuaraan Tenis Meja Antarklub Asia Tenggara 2025 bertajuk STIGA ASEAN Table Tennis Club Championship Challenge 2025 di Universitas Thonburi, Thailand, pada 19–20 Juli 2025.
Sekretaris Jenderal IPL Yon Mardiyono dalam konferensi pers dan pelepasan tim ke Thailand di Jakarta, Kamis (17/7/2025) mengemukakan, ketiga klub yang dikirim itu merupakan peraih peringkat tiga besar Kompetisi IPL musim 2025. Ketiga klub itu adalah Onic Sport, Arwana Jaya dan Sukun Kudus.
“Pertama-tama saya menyampaikan, Ketua Umum IPL Bapak Letnan Jenderal TNI Muhammad Saleh Mustafa berhalangan hadir di acara ini karena secara mendadak harus mendampingi Bapak Panglima TNI. Namun beliau menitipkan pesan, selamat berjuang dan bertanding kepada para atlet dan pelatih. Raih prestasi sebaik dan setinggi mungkin demi kebangkitan dan kejayaan tenis meja Indonesia,” kata Yon Mardiyono.
Yon yang mantan pemain andalan Indonesia itu mengemukakan, sebagai kompetisi profesional tenis meja, IPL memang mengagendakan memberangkatkan tiga tim terbaik kompetisi musim 2024. Hal ini akan terus diagendakan untuk kompetisi musim 2025 yang kini tengah bergulir serta selanjutnya. Ini untuk menambah jam terbang para pemain Indonesia.
“IPL membuka ruang untuk atlet berpestasi seluas-luasnya ke panggung internasional. Apalagi IPL kini sudah menjadi anggota ITTF dan KOI. Ini panggung untuk atlet. Demi kebangkitan prestasi tenis meja Indonesia,” ujarnya.
Yon mengungkapkan, ini adalah pertama kalinya IPL resmi mengirim wakil ke turnamen internasional. Pengiriman tim ini menjadi bagian dari upaya IPL untuk mendorong kemajuan tenis meja Indonesia menuju panggung internasional.
“Ini adalah langkah awal. Ke depan, kami akan menyesuaikan kalender dengan kompetisi dunia, termasuk WTT (World Table Tennis),” katanya.
Dalam dua tahun ke depan, tegas Yon, IPL menargetkan dapat mencetak atlet yang mampu bersaing di level 100 besar dunia, termasuk melalui program pembinaan usia dini dan pengiriman ke berbagai kejuaraan internasional.
“Kami ingin menjadikan IPL sebagai tolok ukur prestasi nasional. Maka dari itu, SDM pelatih dan pembina terbaik juga kami kumpulkan,” ucap Yon.
Selain itu juga bertekad untuk menjadi tuan rumah kejuaraan internasional dalam dua tahun ke depan, baik tingkat Asia maupun seri WTT. “Tujuannya jelas, untuk memotivasi atlet, pelatih, dan klub agar lebih giat berprestasi,” paparnya.
Turnamen di Thailand nanti akan diikuti oleh 24 klub-klub unggulan dari Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, Filipina, Taiwan, India, dan Indonesia. India dan Taiwan merupakan tim undangan tuan rumah.
Yon berharap atlet-atlet yang dikirim dapat bersaing di level Asia Tenggara sehingga bisa menjadi tolok ukur dan bahan evaluasi baik untuk pemain maupun tim pelatih.
"Target kami nanti di sana, karena kami sudah lama tidak mengukur di internasional, khususnya di ASEAN, jadi kami mencoba memberikan yang terbaik. Kalau target pribadi saya, saya ingin masuk empat besar tegasnya.
Disebutkan Yon, selain 3 wakil dari hasil kompetisi IPL 2024 itu, Indonesia juga mendapat jatah satu wild card yang diberikan tuan rumah kepada klub PRG Bali. Sedangkan untuk usia U-13 tahun, Indonesia juga menyertakan dua wakil, Onic dan Gree One TTC.

Disambut Bahagia
Baik pemain dan pelatih yang dikirim ke Thailand menyambut gembira dan bahagia IPL bisa mengirim tim bertanding di luar negeri karena sudah lama diimpikan. Apalagi kini IPL sudah resmi diakui ITTF dan KOI maka peluang untuk bertanding di ajang internasional semakin terbuka lebar melalui IPL.
“Kami bangga bisa kembali bertanding di luar negeri secara resmi. Terima kasih IPL dan semoga kami bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk memberikan yang terbaik,” kata Muhamad Naufal Janindra Irawan, pemain Onic Sport.
Hal senada juga diungkapkan pemain putri Arwana Jaya, Rina Sintia. “Sebagai kesempatan pertama tentu ini akan saya manfaatkan sebaik mungkin untuk meraih yang terbaik. Saya akan berusaha keras. Terima kasih IPL,” ujarnya.
Legenda tenis meja nasional Anton Suseno yang saat ini menjadi pelatih klub Onic Sport menyambut positif kesempatan tampil di luar negeri, karena menjadi pengalaman berharga bagi atlet dan klub.
"Negara-negara seperti Singapura punya pemain di peringkat 50 besar dunia, Thailand dan Vietnam juga sudah terbiasa ikut tur internasional. Kita memang tertinggal dalam jam terbang, tapi bukan berarti tidak bisa mengejar," kata Anton.
Menurutnya, kunci peningkatan prestasi ada pada konsistensi latihan dan keberlanjutan kompetisi. Ia menilai keberadaan IPL memberi harapan baru terhadap pembinaan yang lebih terstruktur dan kompetitif.
"Olahraga itu butuh proses. Latihan harus benar, kompetisinya juga harus cukup. Dengan IPL, kami punya jalur pembinaan yang lebih jelas. Kalau mau medali, harus kerja keras dan kerja cerdas," tambahnya.
Ia juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem yang sehat di level klub, mulai dari pemilihan tempat latihan, sparing partner, hingga sinergi antara pelatih, atlet, dan manajemen.
Sedangkan Sandra Islama Putra dari Gree One TTC mengatakan, kesempatan ini sebagai barometer kekuatan pemain usai dini di Asia Tenggara. Dari sini akan bisa menjadi ukuran kekuatan di Asia Tenggara. Dengan program IPL yang terus membuka ruang pemain bertanding ke luar negeri diharapkan potensi-potensi yang dimilik tenis meja Indonesia bisa makin terasah dan tampil melejit menjadi yang terbaik. ***
| Kategori | : | Non Olympic, DKI Jakarta |













