Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
22 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
23 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
22 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
4
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
23 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
23 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Sumatra Terbakar, Malaysia Protes, Media AS dan Malaysia: Asap dari Indonesia!

Sumatra Terbakar, Malaysia Protes, Media AS dan Malaysia: Asap dari Indonesia!
Regu Pemadam Kebakaran HSE Operations PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) saat melaksanakan upaya pemadaman kebakaran berkolaborasi dengan stakeholders di Rokan Hilir, Riau. (foto: antara/ho-phr)
Senin, 21 Juli 2025 20:42 WIB

PEKANBARU – Asap dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatera kembali menembus batas negara. Kali ini, kabut pekat yang berasal dari titik-titik api di Provinsi Riau membuat Malaysia bereaksi keras. Media asing pun ikut menyoroti, mulai dari Associated Press di Amerika Serikat hingga Malay Mail di negeri jiran.

Dalam laporannya yang berjudul Forest Fire Haze from Indonesia Detected in Malaysia, Associated Press menggambarkan situasi karhutla Indonesia sebagai bencana tahunan yang merusak hubungan diplomatik dengan negara tetangga.

Wakapolda Riau, Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo, dikutip menyatakan bahwa lebih dari 140 kebakaran terjadi di wilayahnya. "Kabupaten Rokan Hilir dan Rokan Hulu jadi yang terparah, dengan 46 hektare lahan terbakar," ungkapnya, Senin (21/7/2025).

Ia juga menjelaskan kabut asap telah menyebabkan jarak pandang menyusut hingga hanya satu kilometer. "Jumlah titik api menurun dari 294 setelah dilakukan pemadaman intensif," tambahnya.

Sementara itu, Malay Mail mencatat delapan wilayah di Semenanjung Malaysia kini mencatat kualitas udara tidak sehat. Yang paling parah adalah Alor Gajah di Melaka, dengan Indeks Pencemaran Udara (API) mencapai 160. Wilayah lain seperti Temerloh, Banting, Nilai, Kemaman, hingga Putrajaya juga ikut terdampak.

"Hanya dalam 24 jam, jumlah wilayah ber-API di atas 100 melonjak dua kali lipat," tulis Malay Mail dalam artikel berjudul Unhealthy Air Quality in Peninsular Malaysia Doubles to Eight Areas in 24 Hours.

Menariknya, media Malaysia juga menyebut adanya kebakaran lokal di Kajang Prima dan Bukit Jalil yang memperburuk kondisi udara. Namun, mereka tetap menuding Indonesia sebagai sumber utama kabut asap lintas batas.

Merespons tekanan tersebut, pemerintah Indonesia dikabarkan akan segera memulai penyemaian awan di wilayah Riau guna mengatasi kebakaran dan menekan penyebaran asap.

Sementara itu, dunia menyaksikan dengan cemas bagaimana krisis kabut asap yang berulang ini kembali menguji komitmen penanggulangan karhutla Indonesia. ***

wwwwww