Sumatra Terbakar, Malaysia Protes, Media AS dan Malaysia: Asap dari Indonesia!
![]() |
| Regu Pemadam Kebakaran HSE Operations PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) saat melaksanakan upaya pemadaman kebakaran berkolaborasi dengan stakeholders di Rokan Hilir, Riau. (foto: antara/ho-phr) |
PEKANBARU – Asap dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatera kembali menembus batas negara. Kali ini, kabut pekat yang berasal dari titik-titik api di Provinsi Riau membuat Malaysia bereaksi keras. Media asing pun ikut menyoroti, mulai dari Associated Press di Amerika Serikat hingga Malay Mail di negeri jiran.
Dalam laporannya yang berjudul Forest Fire Haze from Indonesia Detected in Malaysia, Associated Press menggambarkan situasi karhutla Indonesia sebagai bencana tahunan yang merusak hubungan diplomatik dengan negara tetangga.
Wakapolda Riau, Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo, dikutip menyatakan bahwa lebih dari 140 kebakaran terjadi di wilayahnya. "Kabupaten Rokan Hilir dan Rokan Hulu jadi yang terparah, dengan 46 hektare lahan terbakar," ungkapnya, Senin (21/7/2025).
Ia juga menjelaskan kabut asap telah menyebabkan jarak pandang menyusut hingga hanya satu kilometer. "Jumlah titik api menurun dari 294 setelah dilakukan pemadaman intensif," tambahnya.
Sementara itu, Malay Mail mencatat delapan wilayah di Semenanjung Malaysia kini mencatat kualitas udara tidak sehat. Yang paling parah adalah Alor Gajah di Melaka, dengan Indeks Pencemaran Udara (API) mencapai 160. Wilayah lain seperti Temerloh, Banting, Nilai, Kemaman, hingga Putrajaya juga ikut terdampak.
"Hanya dalam 24 jam, jumlah wilayah ber-API di atas 100 melonjak dua kali lipat," tulis Malay Mail dalam artikel berjudul Unhealthy Air Quality in Peninsular Malaysia Doubles to Eight Areas in 24 Hours.
Menariknya, media Malaysia juga menyebut adanya kebakaran lokal di Kajang Prima dan Bukit Jalil yang memperburuk kondisi udara. Namun, mereka tetap menuding Indonesia sebagai sumber utama kabut asap lintas batas.
Merespons tekanan tersebut, pemerintah Indonesia dikabarkan akan segera memulai penyemaian awan di wilayah Riau guna mengatasi kebakaran dan menekan penyebaran asap.
Sementara itu, dunia menyaksikan dengan cemas bagaimana krisis kabut asap yang berulang ini kembali menguji komitmen penanggulangan karhutla Indonesia. ***
| Editor | : | Muhammad Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Voli, Metropolitan, Lingkungan, DKI Jakarta, Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat |













