Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
22 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
23 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
22 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
4
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
23 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
23 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Tiga Ton Garam Dilepas ke Langit Setiap Hari, Demi Hujan di Bumi Minang

Tiga Ton Garam Dilepas ke Langit Setiap Hari, Demi Hujan di Bumi Minang
Jum'at, 25 Juli 2025 18:45 WIB

PADANG – Langit Sumatera Barat kini menjadi medan tempur melawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus meluas. Pemerintah Provinsi Sumbar melalui BPBD bekerja sama dengan BNPB dan BMKG memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah darurat memancing hujan.

"Kami berusaha sekuat tenaga agar hujan turun. Asap sudah tebal, lahan kering parah. Ini bukan lagi sekadar solusi, ini perlawanan terhadap bencana," ujar Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Rudy Rinaldy, Kamis (24/7/2025).

OMC akan digelar mulai Jumat (25/7/2025) di Kabupaten Lima Puluh Kota dan menyusul ke daerah lain seperti Solok jika potensi awan hujan muncul. Dua daerah tersebut bahkan telah menetapkan status tanggap darurat karena lebih dari dua bulan tidak diguyur hujan.

Kepala BMKG Minangkabau, Desindra Deddy Kurniawan menyebut Juli adalah titik puncak kemarau yang sangat rawan kebakaran. “OMC menjadi satu-satunya jalan cepat untuk menekan api dan asap sebelum menyebar lebih luas,” katanya.

Koordinator Lapangan OMC, Candra Fadilah menjelaskan bahwa operasi ini akan berlangsung hingga 29 Juli 2025 dengan tiga kali penerbangan per hari menggunakan pesawat khusus penyemai garam.

"Satu penerbangan, satu ton garam kami lepas di udara. Jadi setiap hari, kami semai tiga ton garam ke langit Sumbar demi menciptakan hujan," jelas Candra.

Berdasarkan data BMKG, peluang keberhasilan OMC mencapai 70–80% jika penyemaian dilakukan saat awan potensial muncul. Setiap langkah ini diambil demi menyelamatkan lingkungan, udara bersih, dan kehidupan masyarakat sekitar.

BPBD Sumbar juga terus mengerahkan personel dan armada pemadam ke daerah terdampak yang kini mencapai tujuh kabupaten dan kota dengan total hampir 500 hektare lahan terbakar. ***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Sumber:bisnis.com
Kategori:Voli, Metropolitan, Lingkungan, DKI Jakarta, Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, Lampung
wwwwww