Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
24 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
24 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
4 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
3 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Home  /  Berita  /  Voli

Ijazah Dipersoalkan, Jokowi Duga Ada Kepentingan Politik Besar

Ijazah Dipersoalkan, Jokowi Duga Ada Kepentingan Politik Besar
Mantan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) di kediamannya di Solo, Jumat (25/7/2025).
Jum'at, 25 Juli 2025 18:56 WIB

SOLO – Mantan Presiden RI, Joko Widodo menanggapi pelaporan dirinya ke Polda Daerah Istimewa Yogyakarta terkait dugaan pemalsuan skripsi saat menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia menyebut ada kekuatan besar di balik laporan tersebut.

Laporan itu diajukan oleh ahli forensik digital, Rismon Sianipar bersama sejumlah alumni UGM pada Selasa (22/7/2025). Dalam laporan itu, Jokowi dan Rektor UGM, Prof Ova Emilia menjadi terlapor.

"Saya punya perasaan kuat, ini bukan sekadar laporan biasa. Ada agenda politik besar di balik isu ijazah palsu maupun wacana pemakzulan Gibran," ujar Jokowi di kediamannya di Solo, Jumat (25/7/2025).

Ia juga menyiratkan adanya sosok kuat yang mendukung pelaporan tersebut. "Ada orang besar yang membackup, tapi saya tidak perlu sebutkan siapa," tambahnya.

Meski demikian, Jokowi mengaku tetap menghormati proses hukum yang berjalan. "Yang satu belum selesai sudah ke kanan, yang lain belum rampung sudah ke kiri. Tapi ya kita hormati prosesnya," ujarnya.

Kepolisian membenarkan bahwa laporan sudah diterima dan tengah dalam tahap penyelidikan awal. "Laporan sudah masuk, terkait dugaan pemalsuan. Terlapor dua orang, yakni Joko Widodo dan Prof Ova Emilia," kata Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, Rabu (23/7/2025). ***

wwwwww