Ijazah Dipersoalkan, Jokowi Duga Ada Kepentingan Politik Besar
![]() |
| Mantan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) di kediamannya di Solo, Jumat (25/7/2025). |
SOLO – Mantan Presiden RI, Joko Widodo menanggapi pelaporan dirinya ke Polda Daerah Istimewa Yogyakarta terkait dugaan pemalsuan skripsi saat menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia menyebut ada kekuatan besar di balik laporan tersebut.
Laporan itu diajukan oleh ahli forensik digital, Rismon Sianipar bersama sejumlah alumni UGM pada Selasa (22/7/2025). Dalam laporan itu, Jokowi dan Rektor UGM, Prof Ova Emilia menjadi terlapor.
"Saya punya perasaan kuat, ini bukan sekadar laporan biasa. Ada agenda politik besar di balik isu ijazah palsu maupun wacana pemakzulan Gibran," ujar Jokowi di kediamannya di Solo, Jumat (25/7/2025).
Ia juga menyiratkan adanya sosok kuat yang mendukung pelaporan tersebut. "Ada orang besar yang membackup, tapi saya tidak perlu sebutkan siapa," tambahnya.
Meski demikian, Jokowi mengaku tetap menghormati proses hukum yang berjalan. "Yang satu belum selesai sudah ke kanan, yang lain belum rampung sudah ke kiri. Tapi ya kita hormati prosesnya," ujarnya.
Kepolisian membenarkan bahwa laporan sudah diterima dan tengah dalam tahap penyelidikan awal. "Laporan sudah masuk, terkait dugaan pemalsuan. Terlapor dua orang, yakni Joko Widodo dan Prof Ova Emilia," kata Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, Rabu (23/7/2025). ***
| Editor | : | Muhammad Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Voli, Metropolitan, Beladiri, DKI Jakarta, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat |













