Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
23 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
24 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
23 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
23 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
6
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
22 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Home  /  Berita  /  Badminton

Aktivis Senior Pandawa Lima Kembali Eksis untuk Jakarta

Aktivis Senior Pandawa Lima Kembali Eksis untuk Jakarta
Aktivis senior Jakarta Pandawa Lima. (Ist)
Kamis, 07 Agustus 2025 20:56 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA- Aktivis senior Jakarta yang kerap dikenal dengan Pandawa Lima yang begitu masyhur di era Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso hingga Fauzi Bowo bertekad untuk kembali eksis memastikan Jakarta di bawah kepemimpinan Pramono Anung-Rano Karno bisa semakin lebih baik. 

Aktivis Pandawa Lima yang terdiri dari, Amir Hamzah, Rico Sinaga, Tom Pasaribu, Sugiyanto (SGY), dan Mohammad Syaiful Jihad siap menggebrak dan mengawal program serta kebijakan pembangunan di Jakarta dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. 

 
Aktivis Pandawa Lima, Amir Hamzah yang juga Direktur Eksekutif Budgeting Metropolitan Watch (BMW) mengatakan, reaktivasi Pandawa Lima menjadi panggilan untuk memberikan kontribusi nyata melalui pemikiran dan langkah-langkah strategis untuk Jakarta. 
 
"Kami masing-masing punya bidang keahlian yang bisa di kontribusikan. Sebab, tugas membangun Jakarta itu bukan hanya pemerintah, tapi perlu peran seluruh stakeholder yang ada," kata Amir, di Jakarta Pusat, Kamis (7/8).
 
Aktivis Pandawa Lima yang juga Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta), Rico Sinaga menjelaskan, nama Pandawa Lima bukan sengaja diciptakan, tapi justru lahir atau terucap dari mereka yang sering melihat kebersamaan kami ketika itu mendukung Sutiyoso dan Fauzi Bowo. 
 
"Saat ini kami kembali terpanggil untuk kembali bahu-membahu, berkolaborasi, dan bersinergi untuk Jakarta. Apalagi, saya sudah mendapatkan info adanya kurawa-kurawa yang dapat menganggu Mas Pram dan Bang Doel," ungkap Rico. 
 
Punggawa Aktivis Pandawa Lima lainnya dari Direktur Eksekutif Komite Pengawas Penegakan Pelayanan Indonesia (KP3-I) Tom Pasaribu membeberkan, kebersamaan Pandawa Lima dimulai pada tahun 2023.
 
"Berbagai aksi nyata telah kami lakukan untuk memberikan masukan dan kritik membangun. Banyak hal yang sudah dirasakan manfaatnya. Contohnya, petugas Pengamanan Dalam yang ketika itu kita berhasil perjuangkan diangkat menjadi ASN," ujar pria yang akrab disapa Tompas ini. 
 
Aktivis Pandawa Lima yang juga Ketua Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar), SGY menambahkan, banyak hal yang harus menjadi fokus perhatian Pram-Rano mengingat kompleksitas persoalan di Jakarta. 
 
"Penting dari itu adalah juga mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. Secara spesifik, saya sejak 2005 mempelajari dan punya pengalaman soal laporan keuangan Pemprov DKI," imbuhnya. 
 
SGY menegaskan, Pram-Rano memerlukan juga layaknya think tank di luar struktural pemerintahan agar bisa memberikan pandangan atau penilaian secara objektif. 
 
"Kalau dari dalam, saya yakin prosentase besarnya bisa Asal Bapak Senang atau ABS. Ini yang menjadi pembeda dengan kami," jelasnya. 
 
Sementara itu, Aktivis Pandawa Lima yang juga Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS), Mohammad Syaiful Jihad menuturkan, pengalaman panjang selama dua dekade lebih tentang Jakarta menjadi modal penting untuk memberikan kontribusi. 
 
"Prinsipnya, dalam membangun Jakarta ini kita tidak boleh membiarkan Mas Pram berjalan sendiri," pungkas Syaiful. ***

wwwwww