Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
22 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
23 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
22 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
4
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
23 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
23 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  PON

Pasien Keluhkan Pelayanan RSUD (H.C) Dr. Ir Soekarno Bangka Belitung

Pasien Keluhkan Pelayanan RSUD (H.C) Dr. Ir Soekarno Bangka Belitung
Dr Juriana saat berada di UGD RSUD (H.C) Dr. Ir Soekarno Bangka Belitung. (dok.Pribadi)
Rabu, 13 Agustus 2025 18:37 WIB
Penulis: Azhari Nasution
BANGKA - Dr Juriana M.Si mengeluhkan pelayanan yang diberikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. (H.C.) Ir. Soekarno Provinsi Bangka Belitung yang terletak di Jl. Zipur Desa Air Anyir Kec, Riding Panjang, Kec. Merawang, Kabupaten Bangka.

Kejadiannya berawal ketika Juriana yang juga dosen di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) saat dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD tersebut karena mengalami sakit di perut bagian bawah pada Selasa, 12 Agustus 2025 pukul 05.00 WIB. "Saya sempat merasa heran hanya diberi suntikan anti nyeri dan tidak diobservasi atau diperiksa kencing, darah, USG dulu langsung disuruh ke poliklink urologi ," kata Juriana.

Meski merasa heran, Juriana yang didampingi suaminya Kurnia tetap mengikuti anjuran dokter jaga yang piket. Begitu juga saat mereka diminta untuk biaya mandiri dengan alasan kuota BPJS terbatas. "Istri saya  itu kan pasien UGD yang sudah mengalami kesakitan dan kondisinya lemah, masak tidak ada perhatian sama sekali. Antriannya nomor 3 tetapi tidak didahulukan dengan alasan harus melalui mekanisme. Sepertinya tidak ada empati. Hampir 3 jam lebih kami menunggu di poliklinik," kata Kurnia.

Setelah diperiksa dr Jeffrey yang bertugas di poliklinik urologi, Juriana  malah disuruh kembali lagi ke UGD dengan alasan tidak ada hasil pemeriksaan. "Saya cukup maklum disuruh kembali lagi ke UGD karena tidak ada data-data hasil pemeriksaan dari UGD," ungkap Juriana.

Kekecewaan Juriana dan Kurnia semakin bertambah tatkala salah seorang perawat lelaki  mengoceh tidak jelas. Padahal, Kurnia  hanya menanyakan kenapa orang yang sudah mengalami kesakitan tidak dilayanin lebih dulu.

Dalam keadaan sakit sekitar pukul 11,00 WIB, Juriana dibawa dengan mobil karena satu obat yang harus ditebus di luar. Karena kecewa, Kurnia akhirnya memutuskan membawa Juriana ke UGD Rumah Sakit (RS) Bakti Timah Pangkalpinang.

"Di sini, istri saya mendapat pelayanan cukup bagus. Kondisinya sudah membaik. Hasil pemeriksaan istri harus menjalani operasi usus buntu dan kami akan melakukannya di Jakarta," kata Kurnia sembari menutup pembicaraan. ***

wwwwww