Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
23 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
23 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
3
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
23 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
4
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
23 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Olympic

Liput Penutupan Pabrik Timbal, Wartawan Diburu dan Diintimidasi Ormas Berseragam Hitam

Liput Penutupan Pabrik Timbal, Wartawan Diburu dan Diintimidasi Ormas Berseragam Hitam
Wartawan dikeroyok di Serang saat penutupan pabrik.
Kamis, 21 Agustus 2025 18:38 WIB

SERANG – Puluhan jurnalis dari berbagai media mengalami kekerasan saat meliput penutupan pabrik peleburan timbal PT Genesis Regeneration Smelting (GRS) di Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (21/8/2025). Mereka dikepung, diintimidasi, hingga dikeroyok oleh anggota ormas berseragam hitam yang disebut berafiliasi dengan pihak perusahaan.

Iqbal, kontributor detikcom, menuturkan bahwa intimidasi sudah terjadi sejak para jurnalis tiba di lokasi. Meski sempat masuk bersama rombongan pejabat Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), situasi berubah ketika Dirjen KLH meninggalkan pabrik.

“Pas Dirjen pulang, kita langsung diintimidasi lagi. Gue mau balik, tiba-tiba dipanggil sama anggota ormas, disuruh kumpul. Udah feeling enggak enak, ternyata langsung dikeroyok,” ujar Iqbal.

Ia mengaku beruntung bisa lolos dengan bantuan aparat kepolisian. “Tadi Wakapolres sama Kasat sempat ada di lokasi. Gue berhasil evakuasi ke Polsek Jawilan, tapi yang lain sempat kabur menyelamatkan diri,” tambahnya.

Namun tidak semua jurnalis bernasib sama. Rifki, wartawan Tribun Banten, mengaku dipukuli oleh empat sampai lima orang ormas berseragam hitam. “Saya dikeroyok lima orang. Motor saya dan motor teman-teman juga masih ditahan di dalam pabrik,” ungkapnya.

Devi dan Angga, jurnalis Antara, juga mengalami intimidasi serupa. Beruntung mereka segera melarikan diri dan kembali ke kantor biro Antara Banten. “Gue sama Angga langsung kabur naik motor ke kantor, enggak tahu kondisi yang lain,” kata Devi.

Peristiwa ini menambah catatan hitam kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia. Meski wartawan hadir atas undangan resmi untuk meliput agenda pemerintah, mereka justru menjadi korban pengeroyokan dan ancaman dari kelompok yang diduga membela kepentingan perusahaan.

Hingga kini, motor sejumlah wartawan masih tertahan di dalam pabrik, sementara kepolisian diminta serius mengusut kasus ini untuk menjamin keamanan dan kebebasan pers di lapangan. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:cnnindonesia.com
Kategori:Olympic, Jawa Barat
wwwwww