Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
14 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
16 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
3
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
13 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
16 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
18 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
15 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Tenang tapi Menohok, Menkeu Baru Jawab Pertanyaan DPR di Senayan

Tenang tapi Menohok, Menkeu Baru Jawab Pertanyaan DPR di Senayan
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa
Jum'at, 12 September 2025 07:20 WIB

JAKARTA – Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, tampil berbeda dalam rapat perdananya dengan Komisi XI DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Rabu (10/9/2025). Alih-alih defensif menghadapi hujan pertanyaan, ia justru balik menyindir para anggota dewan dengan gaya tenang namun menohok.

Dalam paparannya, Purbaya menyebut salah satu penyebab utama tekanan ekonomi nasional adalah kebijakan masa lalu yang membuat uang negara sekitar Rp500 triliun mengendap di Bank Indonesia. Menurutnya, hal ini menimbulkan kekeringan likuiditas yang berimbas pada unjuk rasa berkepanjangan di berbagai daerah.

Setelah pemaparan, anggota Komisi XI melayangkan sejumlah pertanyaan tajam soal strategi pemulihan ekonomi. Purbaya merespons dengan lugas. Ia mengaku heran mengapa kritik semacam itu tidak pernah muncul saat Menteri Keuangan sebelumnya menjabat. 

"Komisi XI ini rapat dengan Menteri Keuangan berapa ratus kali dalam setahun? Kenapa dulu tidak pernah dipertanyakan? Begitu saya masuk, pertanyaan baru banyak sekali," ucap Purbaya, yang membuat suasana ruang rapat seketika terdiam.

Meski demikian, ia menegaskan tidak ingin terjebak dalam perdebatan politik. Fokusnya, kata dia, adalah memperbaiki fondasi ekonomi. "Tidak apa-apa, meskipun terlambat. Yang penting sekarang kita perbaiki," katanya.

Purbaya menekankan strategi awalnya adalah mempercepat realisasi belanja negara agar dana tidak lagi mengendap tanpa manfaat. "Saya akan kembalikan kondisi ini. Perbaikan butuh waktu, tapi kita akan lakukan langkah-langkah nyata," jelasnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Metropolitan, Ekonomi, KONI, DKI Jakarta
wwwwww